harapanrakyat.com,- Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bantarsari bersama Pemerintah Desa Rawajaya, Kabupaten Cilacap, mengambil langkah proaktif merawat stabilitas wilayah. Melalui pendekatan kultural dan dialog persuasif, aparat keamanan bersama pemerintah desa mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat KSA Sitihinggil, Kabupaten Cilacap, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Temuan Manuskrip Kuno Abad ke-16 di Cilacap Jadi Bukti Otentik Sejarah Wali Songo
Kunjungan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah, sekaligus menyelesaikan dinamika sosial di lingkungan masyarakat setempat.
Danramil 09/Kawunganten, Kapten Inf Agus Wantoro, yang hadir bersama Kapolsek Bantarsari Iptu Subhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari instruksi pimpinan. Tujuannya adalah memastikan kondisi wilayah tetap aman dan damai, terutama pada rentang waktu tanggal 26 hingga 28 Agustus.
“Kami mengimbau tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun provokasi pihak ketiga. Harapannya, warga Bantarsari tidak ikut terpancing dengan eskalasi isu di luar daerah atau Jakarta, dan tetap bersatu menjaga keutuhan,” katanya.
Ia juga memastikan, bahwa situasi di Kecamatan Bantarsari saat ini sangat kondusif berkat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi kuat antara TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci, agar wilayah tidak mudah dipecah belah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Pondok Pesantren Suryalaya, Sejarah Pendirian dan Kiprahnya Sejak Era Kolonial
Ponpes Bumi Sholawat akan Menerapkan Aturan yang Toleran
Selain membahas isu keamanan nasional, pertemuan tersebut juga membuahkan kesepakatan terkait kegiatan keagamaan di lingkungan pesantren. Pimpinan Ponpes Bumi Sholawat KSA Sitihinggil, Kyai Rd Mas Mochammad Salim Al Qosimi menjelaskan, bahwa dinamika kecil antara pesantren dan warga terkait volume suara telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Berdasarkan kesepakatan bersama Kepala Dusun Rawasari San Parta Sapon dan Ketua RT 06 dan 07 RW 07, kegiatan sholawat Al Berzanji, PHBI, Robitoh sebulan sekali tetap berjalan dari pukul 21.30 WIB hingga 23.00 WIB dengan volume standar. Sementara itu pada pukul 23.00-24.00 WIB, volume suara akan diturunkan 10 persen untuk mendukung proses belajar para santri.
Kyai Salim menekankan pentingnya kebijaksanaan dan toleransi di tengah masyarakat majemuk. Menurutnya, segala bentuk kegiatan harus berpedoman pada aturan yang berlaku tanpa mengganggu kenyamanan bersama.
Baca Juga: Siapkan Direktorat Jenderal Pesantren, Kementerian Agama Usulkan Anggaran Fantastis di 2027
“Alhamdulillah semua berjalan baik. Kami bersyukur, Ponpes Bumi Sholawat selama ini tidak memiliki catatan buruk. Kami juga selalu menjaga hubungan baik dengan aparatur negara demi kemaslahatan umat,” tuturnya. (Madlani/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

3 hours ago
3

















































