Empat Trofi Jadi Mimpi Bobotoh, Sekjen BOBOKO Kuningan Beberkan Target Realistis Persib Bandung

3 hours ago 1

Persib Bandung memasuki musim 2026-2027 dengan menghadapi tantangan yang berbeda dari musim-musim sebelumnya, di mana Sekjen BOBOKO (Bobotoh Kolot) Distrik Kuningan, Erix Exvrayanto, menilai kesiapan fisik dan strategi rotasi akan menjadi kunci utama. Bukan lagi soal mampu atau tidak menjadi juara, melainkan bagaimana Maung Bandung membagi tenaga ketika empat kompetisi datang hampir bersamaan.

Baca Juga: Bobotoh Salfok Sponsor Persib Bandung Ada Logo Cacing, Mengapa Sering Dikaitkan dengan Persija Jakarta?

Empat panggung sudah menunggu yakni Super League, I League Cup, AFC Champions League Two (ACL 2), dan ASEAN Shopee Cup. Bagi Bobotoh, jawabannya mungkin sederhana, sapu bersih empat trofi.

Namun bola itu bundar ungkap sebuah peribahasa. Terlebih, sepak bola modern tidak bekerja sesederhana itu, karena kalender padat memaksa sebuah tim memilih kapan harus menekan gas dan kapan mengatur napas.

Erix yang juga pemerhati Persib melihat persoalan tersebut sebagai ujian terbesar Maung Bandung musim depan. Pandangan itu disampaikan Sekjen BOBOKO Kuningan saat diwawancarai harapanrakyat.com, Rabu (26/8/2026), mengenai target dan peluang Persib menghadapi empat kompetisi pada musim 2026-2027.

Analisis Sekjen BOBOKO Kuningan Soal Peluang Maung Bandung di Empat Kompetisi

Erix mengakui dirinya tetap membawa harapan besar sebagai suporter setia Persib. “Kalau sebagai Bobotoh tentu pengennya dapat semua empat gelar juara. Biar Persib Quattrick Liga 1, plus jadi Maung Asia,” harapnya.

Namun, setelah melihat kalender kompetisi dan karakter skuad, ia memilih menggunakan pendekatan yang lebih realistis.

Persib tidak mungkin memainkan pemain inti secara terus-menerus pada empat ajang tanpa konsekuensi terhadap kondisi fisik. “Rotasi bukan lagi pilihan tambahan, tetapi kebutuhan,” ujarnya.

Menurut Sekjen BOBOKO Kuningan, pelatih Persib, Igor Tolic, harus memastikan kualitas permainan tidak jatuh terlalu jauh, ketika pemain utama disimpan untuk pertandingan yang lebih penting. Pemain bukan mesin yang bisa dipaksa bermain setiap tiga atau empat hari, tanpa memperhitungkan recovery stamina.

“Kasihan atuh pemain kalau dipecut kayak kuda tiap pertandingan harus main terus,” ujarnya menambahkan.

Risikonya bukan hanya kelelahan, tetapi juga cedera yang bisa membuat pemain kehilangan waktu panjang justru ketika Persib memasuki fase penentuan.

Karena itu, kedalaman skuad akan menjadi senjata penting. Persib membutuhkan pemain pelapis yang bukan sekadar memenuhi bangku cadangan, tetapi siap masuk ke sistem tanpa membuat struktur permainan berubah total.

Kondisi tersebut membuka ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan menit bermain.

Sekjen BOBOKO Kuningan melihat, I League Cup bisa menjadi kompetisi yang tepat untuk menguji para pemain muda. Sekaligus juga, memberi kesempatan kepada mereka beradaptasi dengan tekanan sepak bola senior.

Ikhawan Tanamal menjadi salah satu nama yang disebut, karena performanya sempat menarik perhatian pada Piala Presiden 2026. Pemain muda seperti itu akan menghadapi tantangan berbeda, ketika masuk ke pertandingan kompetitif dengan tuntutan hasil yang lebih besar.

Bagi Persib, regenerasi bukan sekadar proyek jangka panjang. Musim dengan empat kompetisi membuat regenerasi menjadi kebutuhan taktis.

ASEAN Shopee Cup juga Bisa Jadi Ruang Kompromi bagi Tolic

Komposisi pemain senior, pemain muda dan pemain diaspora dapat disesuaikan dengan karakter lawan serta kondisi fisik skuad. Namun, Erix mempunyai pandangan berbeda ketika berbicara tentang kompetisi mana yang seharusnya mendapat status prioritas.

Menurutnya, ACL Two harus berada paling depan. Tiga gelar Liga 1 secara beruntun, membuat Persib sudah membuktikan dirinya sebagai kekuatan utama kompetisi domestik.

Kini, tantangannya adalah mengubah dominasi tersebut menjadi performa yang lebih meyakinkan pada panggung Asia. “Yang fokus utama kalau menurutku ACL Two sih,” kata Bobotoh Kota Kuda ini.

Pernyataan itu bukan berarti gelar Liga 1 kehilangan nilai. Justru sebaliknya, mempertahankan gelar domestik tetap penting, karena status juara membawa konsekuensi berupa ekspektasi tinggi dari Bobotoh dan klub-klub pesaing.

Tetapi, Persib membutuhkan target baru agar perjalanan klub tidak berhenti pada dominasi lokal.

Baca Juga: Hadapi Manila Diggers, Bobotoh Kuningan ini Harapkan Persib Bandung Main Efektif

Hattrick Sudah Jadi Sejarah, Asia Adalah Level Berikutnya

Sekjen BOBOKO Kuningan melihat ambisi tersebut juga tercermin dari aktivitas Persib pada bursa transfer pemain. Perekrutan yang dilakukan secara agresif dianggap sebagai sinyal, bahwa klub tidak hanya ingin mempertahankan kekuatan, tetapi sedang mencoba menaikkan level kompetitifnya.

“Melihat perekrutan pemain yang jor-joran dilakukan Persib, pasti kan membidik something yang lebih besar yang belum pernah ditaklukkan Maung Bandung,” ujarnya.

Jika diterjemahkan ke dalam target, Erix menempatkan ACL Two sebagai prioritas utama. Kemudian kompetisi domestik, ASEAN Shopee Cup dan I League Cup. Urutan tersebut bukan berarti Persib boleh mengorbankan pertandingan tertentu tanpa perhitungan.

Justru setiap kompetisi membutuhkan pendekatan berbeda. Mulai dari pemilihan pemain, intensitas pressing, pengelolaan menit bermain hingga strategi recovery.

Persib harus pintar memainkan musim, bukan sekadar memainkan pertandingan. Lantas, berapa trofi yang realistis bisa dibawa pulang? Sebagai Bobotoh, Erix tentu berharap empat gelar sekaligus.

Tetapi jika harus memilih skenario yang lebih masuk akal, mempertahankan Liga 1 dan memenangkan ASEAN Shopee Cup sudah menjadi capaian yang sangat layak dirayakan.

“Realistis, raih juara Shopee Cup sama juara Liga 1 lagi atau tambah I League Cup juga sudah syukur alhamdulillah,” tegasnya.

Sementara untuk ACL Two, Sekjen BOBOKO Kuningan ini mengakui level tantangannya berbeda. “Kalau juara AFC Champions League Two, berat euy!” ucapnya.

Meski berat, peluang tidak berarti tertutup. Erix menilai Persib tetap memiliki modal untuk membuat kejutan, jika seluruh elemen klub mampu menjaga fokus dan konsistensi.

“Harapan terbesar adalah pemain, pelatih dan tim ofisial hingga financial Persib bisa fokus semua di empat kompetisi,” tutur Erix.

Prediksi di Kompetisi Asia

Masalah kecil juga tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi masalah besar. Cedera, akumulasi kartu, larangan bermain, hingga pelanggaran yang berujung denda, dapat mengganggu rencana sebuah tim ketika memasuki fase padat.

Erix juga berharap, Persib tidak mudah terpancing situasi pertandingan yang bisa menguras emosi dan berujung pada hukuman. Pada level Asia, konsentrasi menjadi semakin penting karena margin kesalahan bisa lebih tipis.

Peta kekuatan lawan pun belum tentu selalu bisa dibaca hanya berdasarkan nama besar. Erix mencontohkan pertandingan Persib menghadapi Buriram FC, ketika klub asal Thailand tersebut tidak selalu menurunkan komposisi pemain terbaiknya.

Karena itu, peluang Persib sangat bergantung pada konteks pertandingan dan seberapa serius lawan menurunkan kekuatan utamanya. “Prediksi di kompetisi Asia tergantung lawan-lawannya serius apa nggak,” ujar Erix.

Namun, ketika Persib menetapkan ACL Two sebagai target utama, pendekatannya tentu akan berbeda. Pemilihan starting eleven, rotasi, persiapan pertandingan hingga recovery, akan lebih diarahkan untuk memastikan Maung Bandung berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi laga-laga penting.

“Kalau fokusnya menjadi ke situ sebagai kompetisi yang harus dijuarain, ya Persib akan serius. Potensinya ada untuk menjadi juara,” kata Sekjen BOBOKO Kuningan.

Pengalaman menghadapi klub-klub Asia juga membuat Persib tidak datang dengan tangan kosong. Erix menyinggung pengalaman menghadapi JDT dan Ratchaburi FC. Menurutnya, di pertandingn itu menunjukkan bahwa klub-klub Asia Tenggara tidak selalu tampil dengan kekuatan terbaik.

Artinya, Persib punya peluang jika mampu membaca situasi pertandingan dengan tepat. Namun, sepak bola tidak pernah memberi jaminan hanya karena sebuah tim memiliki skuad lebih dalam atau baru saja mencatat hattrick juara.

Menjaga Konsistensi di Tengah Ketatnya Persaingan

Lanjutnya menambahkan, bahwa Persib tetap harus membuktikan kualitasnya melalui konsistensi, terutama ketika kompetisi mulai memasuki fase yang menentukan. Pada akhirnya, musim 2026-2027 bisa menjadi musim yang menentukan arah baru Persib.

Maung Bandung sudah selesai dengan satu misi, mendominasi Liga 1. Kini pertanyaannya, apakah dominasi itu bisa diterjemahkan menjadi prestasi Asia? Jika jawabannya iya, maka empat kompetisi musim depan tidak lagi sekadar daftar agenda di kalender Persib.

Itu akan menjadi tes sesungguhnya bagi kedalaman skuad, kecerdasan Igor Tolic mengelola rotasi, serta kemampuan klub menjaga performa ketika tekanan datang dari berbagai arah.

Bagi Bobotoh, empat trofi tentu tetap menjadi mimpi. Tetapi seperti yang disampaikan Sekjen BOBOKO Kuningan, mempertahankan gelar Liga 1, memenangkan Shopee Cup dan melangkah jauh di ACL Two, sudah menjadi paket pencapaian yang sangat berarti.

Baca Juga: Gokil! Belum 24 Jam Usai Launching, Jersey Persib Bandung Ludes Terjual

Karena setelah tiga kali juara Liga 1, standar Persib memang sudah berubah. “Sekarang Maung Bandung dituntut bukan hanya menjadi ‘king’ di Indonesia. Tetapi mulai punya taring di level Asia,” pungkasnya. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |