Sakit dan Tinggal di Kontrakan, Warga Kota Banjar Tak Tercover Bantuan 

4 hours ago 2

harapanrakyat.com,- Titi Supiyati (75) dan Andi Siswanto (48) warga tidak mampu di lingkungan Cimenyan, RT 03, RW 08, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat sakit membutuhkan bantuan medis.

Keduanya hanya bisa terbaring di kamar rumah kontrakannya karena sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Bahkan menurut saudaranya Sri Rahayu salah satu saudaranya yang sakit tersebut tidak tercover bantuan.

Puskesmas Banjar 3 pun mendatangi rumah warga tersebut melakukan penanganan medis terhadap dua warga yang diketahui merupakan ibu dan anak tersebut.

Kepala Puskesmas Banjar 3 Sari Wahyu Ningrum, mengatakan, pihaknya melalui tim kesehatan lansia telah melalukan pemeriksaan terhadap dua orang warga tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, Titi Supiyati mengalami kadar kolesterol tinggi serta indikasi diabetes. Sementara sang anak, Andi Siswanto, menderita luka terbuka (ulkus) yang cukup luas akibat kelumpuhan dan saraf kejepit.

Kondisi ulkus yang dialami Andi terjadi akibat keterbatasan gerak tubuh serta kurangnya mobilisasi harian. Seperti posisi tidur yang tidak berganti dan minimnya aktivitas berjemur. 

Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan otot kaki yang mulai mengalami penyusutan atau mengecil (atrofi).

“Petugas kesehatan sudah memeriksa sekalian di-CKG (Cek Kesehatan Gratis) dan memang ditemukan keduanya ada gejala diabetes. Untuk ibunya sendiri kolesterolnya tinggi,” kata Sari.

Baca Juga: Satreskrim Polres Kota Banjar Bekuk Terduga Pelaku Pencurian Perhiasan Emas

Warga Kota Banjar yang Sakit Perlu Penanganan Lanjutan

Lanjutnya mengatakan, Andi sebelumnya sempat menjalani tindakan medis di Rumah Sakit PMC. Bahkan sempat dirujuk ke Rumah Sakit Margono Purwokerto untuk penanganan lanjutan.

Namun, proses pengobatan jangka panjang tersebut sempat terhambat karena keterbatasan anggota keluarga yang bisa mendampingi secara penuh.

“Dari riwayat pengobatan sudah pernah dilakukan operasi di PMC. Memang disarankan untuk berobat lebih lanjut ke Rumah Sakit Margono, tetapi mungkin kendala tidak ada yang mengantar atau menunggu,” katanya.

Lanjutnya mengatakan anak-anak dari ibu tersebut memiliki rasa tanggung jawab tinggi. Termasuk dalam menyediakan rumah kontrakan, namun sebagian keluarganya bekerja di luar daerah hingga luar negeri sehingga menjadi kendala dalam perawatan.

“Beberapa anaknya ada yang di luar negeri ada yang di kerja mungkin dia punya keluarga lain sehingga mungkin ada keterbatasan keterbatasan tidak bisa 24 jam hadir untuk merawat,” ujarnya.

Lanjutnya mengatakan, pihaknya menyusun langkah taktis melalui program home visit atau kunjungan rumah terjadwal untuk edukasi kepada pihak keluarga terkait perawatan.

Selain memantau perkembangan kesehatan rutin, tim medis juga mengedukasi pihak keluarga mengenai penanganan awal, perawatan luka.

Apabila dalam proses pemantauan diperlukan rujukan medis susulan ke Rumah Sakit Margono, pihak Puskesmas akan membantu memfasilitasi proses rujukan tersebut.

Baca Juga: Keterwakilan Perempuan di DPRD Kota Banjar Bertambah, Siap Kawal Aspirasi Masyarakat

“Insyaallah akan melakukan home visit kalau misalnya dibutuhkan rujukan lebih lanjut ke RS kami minta nanti keluarga juga ikut mendampingi nanti dari Puskesmas bisa membantu untuk proses rujukan,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |