Disebut dalam Skandal Pemalsuan Pemain Naturalisasi Malaysia, Erick Thohir Bantah Tuduhan

8 hours ago 9

Nama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir tercatut dalam kasus skandal pemalsuan pemain naturalisasi Malaysia. Media Malaysia, My News Hub mengunggah laporan tersebut pada Senin (16/2/2026).

Kasus ini bermula saat FAM (Federasi Sepakbola Malaysia) mendapat teguran dari FIFA yang berisi sanksi, karena Malaysia kedapatan memalsukan dokumen 7 pemain asing.

Setelah mendapat teguran, FAM tak tinggal diam. Mereka langsung mengajukan banding terkait kasus tersebut, sekaligus membantah isu pemalsuan dokumen pemain secara sengaja.

Baca Juga: Panas! Terkait Polemik Naturalisasi Malaysia, Erick Thohir Disebut Dalang Sanksi FIFA kepada FAM

Namun setelah investasi lebih lanjut, keputusan FIFA tak bisa diganggu gugat lagi. FIFA menjatuhkan hukuman denda dan larangan bermain selama 12 bulan kepada 7 pemain tersebut.

Skandal Pemalsuan Pemain Naturalisasi Malaysia Versi My New Hub

Menurut laporan My New Hub, Erick Thohir jadi dalang yang melaporkan kepada FIFA. Namun, Ketua Umum PSSI itu tak menjalankan aksinya sendiri, melainkan dengan orang suruhan.

Masih dari versi My News Hub, Erick disebut membayar orang suruhan dari Vietnam sekaligus menitipkan berkas. Orang Vietnam ini kemudian melaporkan ke FIFA terkait pemalsuan dokumen pemain naturalisasi Malaysia, dengan dasar berkas yang Erick berikan.

“Dia (Erick Thohir) meminta dan mengirim orang untuk mengajukan pengaduan kasus (pemalsuan dokumen) kepada FIFA,” mengutip dari My News Hub.

Baca Juga: PSSI Gandeng Kelme, Erick Thohir; Bukan Sekadar Jersey, Ini Tentang Misi Besar Sepak Bola Indonesia

Menurut sumber yang My News Hub peroleh, memang bukan Erick Thohir yang melaporkan ke FIFA. Tercatat ada pihak dari Vietnam dalam pelaporan kasus tersebut secara resmi.

Erick Thohir Bantah Terlibat

Terkait kasus tersebut, sebenarnya Erick Thohir sudah membantah tidak terlibat dalam pemalsuan pemain naturalisasi Malaysia. Alasannya karena Erick ingin fokus untuk mengembangkan sepak bola Indonesia.

“Kami tidak intervensi, tidak ikut campur isu-isu (sepak bola) negara lain,” jelasnya kepada wartawan saat isu ini mencuat pada September 2025 lalu.

Baca Juga: Kena Denda Ratusan Juta oleh FIFA, Sumardji Mengaku Salah

Meski begitu, Erick ingin tiap negara lebih fair dalam bermain. Harapannya setiap negara di Asia Tenggara bisa berkembang ke arah yang lebih baik. “Kita tentu harus menghargai semua negara di Asia Tenggara, apalagi kalau ingin olahraganya maju,” katanya.

Hingga kini, Erick Thohir belum memberikan konfirmasi lanjutan terkait kasus pemalsuan pemain naturalisasi Malaysia, meskipun tuduhan itu makin memanas. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |