Rapor Hijau Dedi Mulyadi: Tingkat Kepuasan Warga Jabar Tembus 95,5 Persen

9 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Gubernur Dedi Mulyadi mendapat rapor baik dari warga Jawa Barat terhadap kinerjanya. Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, approval rate atau tingkat kepuasan warga Jabar terhadap Dedi Mulyadi mencapai 95,5 persen.

Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, pihaknya melakukan survei tatap muka pada 30 Januari hingga 8 Februari 2026. Survei tersebut untuk memotret kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur hingga Pemprov Jawa Barat.

Tingkat Kepuasan Warga Jabar Satu Tahun Kepemimpinan KDM

Menurutnya, hasil survei itu menunjukkan sedikit kenaikan tingkat kepuasan publik pada 100 hari pertama atau Mei 2025, dan satu tahun kepemimpinan.

Pada satu tahun kepemimpinan, warga Jawa Barat memberikan penilaian 95,5 persen atas kinerja Dedi Mulyadi. Persentase tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Dedi Mulyadi yaitu, 35,8 persen menyatakan sangat puas, 59,7 persen cukup puas, dan 4,0 kurang puas.

Baca Juga: Selama Ramadan, ASN Pemprov Jawa Barat Bakal Kerja 32,5 Jam Setiap Pekan

Approval rating KDM (Kang Dedi Mulyadi) sebagai Gubernur Jawa Barat itu masih tinggi ya. Saya sebut sangat tinggi karena mencapai 95,5 persen. Ada kenaikan sedikit daripada 100 hari pertama,” kata Burhanuddin, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, tingkat kepuasan warga Jabar terhadap kinerja Dedi Mulyadi menjadi capaian positif. Walaupun terdapat ketimpangan yang cukup tajam daripada tingkat kepuasan publik terhadap Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.

Tingkat kepuasan publik terhadap Erwan Setiawan dari hasil survei kali ini menyatakan 5,6 persen sangat puas, 49,7 persen cukup puas, dan 23,5 persen kurang puas.

Kemudian, tingkat kepuasan warga terhadap kinerja Pemprov Jabar menyatakan 20,5 sangat puas, 65,4 persen cukup puas, dan 13,0 persen kurang puas.

“Kepuasan publik terhadap Pak Erwan mayoritas di atas 50 persen, tapi gap (ketimpangan dengan Dedi Mulyadi) terlalu tinggi, sekitar 40 persen. Kinerja Pemprov Jawa Barat juga masih ada PR,” ujarnya.

Terdapat 23 Variabel dalam Survei

Baca Juga: Pemprov Jabar Terbitkan SE untuk Reaktivasi Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI JKN

Lanjut Burhanuddin, Indikator Politik Indonesia menguji 23 variabel program di Pemprov Jawa Barat. 23 variabel itu meliputi penyediaan jaringan listrik, penyediaan jaringan komunikasi, peningkatan kualitas infrastruktur penghubung.

Lalu, kualitas layanan kesehatan daerah, peningkatan infrastruktur penghubung, jaminan layanan kesehatan bagi masyarakat. Serta peningkatan kualitas pendidikan di SMA sederajat, pencegahan, dan penanggulangan gizi buruk di masyarakat.

Kemudian, ketersediaan bahan pangan di masyarakat, dan pencegahan terjadinya bencana, menjaga kualitas lingkungan hidup, pembangunan maupun perbaikan jaringan irigasi.

Selanjutnya, peningkatan inovasi teknologi dalam pelayanan publik, pengawasan terhadap kinerja aparatur pemerintahan, peningkatan kualitas aparatur pemerintahan. Serta penyelesaian konflik kepemilikan atau penguasaan atas lahan dan wilayah.

Pengelolaan sampah, pengembangan usaha kecil dan usaha rakyat, jaminan sosial bagi warga kurang mampu, peningkatan kualitas tenaga kerja, pengentasan kemiskinan, pembinaan koperasi di masyarakat. Serta kemudahan akses permodalan.

Baca Juga: Wagub Jabar Sebut Longsor Cisarua Jadi Alarm Alih Fungsi Lahan

Menurutnya, sektor infrastruktur dari segi peningkatan dan kualitas, kesehatan dan pendidikan menjadi penopang tingkat kepuasan warga Jabar yang berkisar antara 80 sampai 92 persen.

Namun, sektor perekonomian seperti pengentasan kemiskinan, akses permodalan, maupun pembinaan koperasi di masyarakat, tingkat kepuasannya masih di bawah 50 persen.

“Yang menopang kepuasan 80 hingga 90 persen itu dari penyediaan listrik, pendidikan, kesehatan, peningkatan jumlah dan kualitas infrastruktur. Tapi yang berkaitan tentang ekonomi, tingkat kepuasan masih di bawah 60 persen. Bahkan akses permodalan di bawah 50 persen,” terangnya.

Sebagai informasi, survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 800 responden di Jawa Barat yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Survei ini memiliki Margin of Error (MoE) kurang lebih 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Reza/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |