Ekuitas Pemegang Saham yang Berkaitan dengan Klasifikasi dan Komponen

10 hours ago 9

Ketika mendirikan sebuah perusahaan, pemilik akan dikenalkan dengan istilah ekuitas pemegang saham. Dalam konteks bisnis ekuitas menjadi selisih nilai antara aset dengan liabilitas maupun kewajiban. Menjadi indikator penting, guna menunjukkan kesehatan finansial perusahaan dengan nilai yang pemilik maupun pemegang saham miliki. Lantas seperti apa ulasan lebih jelasnya?

Baca Juga: Kabar BEI Suspensi Saham NZIA dan ELPI Usai Harga Meroket Tinggi 

Mengenal Ekuitas Pemegang Saham

Ekuitas pemegang saham bisa diartikan sebagai modal berupa harta yang perusahaan keluarkan guna biaya operasional perusahaan. Nantinya, uang tersebut akan alami residu (pengurangan) akibat adanya kewajiban yang dibayarkan, baik itu hutang maupun beban lain.

Untuk nilai ekuitasnya tidak selalu positif, bisa ekuitas akan menjadi negatif jika beban pemilik perusahaan jauh lebih besar dari pada nilai aset. Pada saat ekuitas mempunyai nilai negatif, otomatis bisa menjadi defisit. Sedangkan beban mampu masuk dalam kategori hutang perusahaan, gaji karyawan, maupun beban operasional alat perusahaan.

Ekuitas bertumpu pada jumlah uang yang diberi ke pemegang saham saat aset perusahaan dilikuidasi dan pembayaran hutang. Sedangkan untuk nilai dalam kehidupan sehari-hari juga sudah sering jadi pembahasan. Ekuitas satu ini juga jadi faktor acuan penentuan sehat tidaknya kondisi keuangan sebuah perusahaan.

Klasifikasi Ekuitas

Klasifikasi terkait ekuitas pemegang saham terkait dasar sumber terbagi menjadi modal setoran dan laba. Penyajian klasifikasi menjadi cara paling tradisional serta digunakan banyak perusahaan. Berikut merupakan penjelasannya.

1. Laba Tahanan

Perolehan dari hasil perhitungan akumulasi akun laba dan rugi. Untuk laba yang tertahan perusahaan maupun yang tidak terbayarkan ke pemegang saham dividen. Penahananan menjadi guna membiayai operasional perusahaan. Pembiayaan berlaku baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Baca Juga: Kenaikan Minimal Free Float Saham dari 7,5% Menjadi 15%

2. Modal Setoran

Terbagi menjadi dua. Pertama modal yuridis (legal capital), muncul karena adanya ketentuan hukum, sehingga mengharuskan sejumlah dana yang tertahan di perusahaan untuk perlindungan pihak lain.

Kedua, modal setoran (paid-in surplus atau stock), beberapa hal berpotensi sebabkan menurunnya modal setoran, baik obligasi terkonversi, pemesanan saham, dividen saham, saham istimewa terkonversi, hak beli saham, sampai saham treasuri. 

Komponen Ekuitas

Komponen ekuitas pemegang aset ada dalam elemen ekuitas. Dari segi riwayat maupun sumber, ekuitas terbagi berdasarkan 2 komponen, yaitu:

1. Modal Setor

Termasuk dalam modal setor, seperti kapitalisasi laba ditahan, penerbitan saham baru, konversi obligasi, deviden saham, maupun stock subscription. Bahkan, modal setoran juga termasuk dengan isi penjualan saham treasuri,premium modal saham, penyerapan defisit, restrukturisasi kapital, revaluasi aset maupun deklarasi dividen likuidasi.

2. Laba Tertahan

Lalu, yang termasuk Laba tertahan, berupa laporan laba rugi, dividen, rekapitulasi, defisit, sampai perubahan akuntansi. Ada beberapa komponen dari ekuitas pemegang aset lain khususnya yang tidak masuk dalam pos, seperti untung penahanan yang belum terealisasi, penyesuaian terhadap kapital belum terealisasi lain, ataupun hak pemegang atas saham minoritas.

Baca Juga: Strategi Menghadapi Perubahan Aturan Free Float MSCI pada Saham Global 2026

Ekuitas pemegang saham sebuah perusahaan menjadi tolok ukur penting menilai kondisi keuangan. Melalui klasifikasi dan komponen, ekuitas mampu gambarkan seberapa besar hak kepemilikan setelah kewajiban terlunasi. Bagi pemilik bisnis, pemahaman terhadap ekuitas pemegang saham bukan hanya membantu memantau kesehatan finansial, namun juga mendukung pengambilan keputusan bijak dan strategis. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |