Kwashiorkor dan marasmus merupakan dua bentuk malnutrisi berat atau gizi buruk yang sering terjadi pada anak-anak. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan serius pada pertumbuhan serta fungsi tubuh. Jika tidak segera diatasi, maka masalah ini bukan sekadar memperlambat perkembangan tetapi juga berbahaya bagi nyawa.
Baca Juga: Penyebab Gizi Buruk pada Anak, Kenali Sejak Dini untuk Pencegahannya
Mengenal Kwashiorkor dan Marasmus atau Busung Lapar
Masalah malnutrisi ini lebih banyak kita temukan di kawasan dengan keterbatasan sumber pangan bergizi, angka kemiskinan tinggi, serta situasi lingkungan yang memberatkan. Misalnya saja seperti setelah bencana alam atau di daerah dengan pendidikan rendah mengenai gizi.
Di lingkungan medis, kedua kondisi ini kadang disebut juga sebagai busung lapar. Hal itu karena tubuh kekurangan nutrisi penting dalam waktu lama. Keduanya termasuk malnutrisi energi-protein yang harus diwaspadai sejak dini.
Berikut pembahasan seputar kwashiorkor dan marasmus lebih lengkap.
Ciri-ciri Kwashiorkor
Kwashiorkor adalah bentuk gizi buruk yang penyebabnya karena kekurangan asupan protein, padahal kalori atau energi dari makanan mungkin masih cukup. Protein merupakan zat penting bagi tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan.
Salah satu tanda khas kwashiorkor adalah pembengkakan pada beberapa bagian tubuh akibat cairan yang tertahan di jaringan (edema). Kondisi ini bisa terlihat pada kaki, perut, atau wajah.
Selain pembengkakan, ada beberapa gejala lain seperti rambut menjadi kering dan rapuh. Kulit pu tampak bercak atau ruam, dan tubuh terlihat tidak berkembang dengan baik. Anak yang mengalami kwashiorkor bisa terlihat lesu serta mudah terkena infeksi karena daya tahan tubuh menurun.
Ciri-ciri Marasmus
Berbeda dengan kwashiorkor, gizi buruk marasmus terjadi ketika tubuh kekurangan asupan energi secara keseluruhan. Ini termasuk karbohidrat, lemak, serta protein. Tubuh yang tidak memperoleh cukup kalori tentunya akan menggunakan cadangan lemak dan otot sebagai sumber energi.
Baca Juga: Memahami Seputar Penyebab Underweight pada Balita
Dalam pembahasan kwashiorkor dan marasmus, penderita marasmus biasanya tampak sangat kurus dengan jaringan otot dan lemak tubuh yang hampir habis. Pertumbuhan terhambat dan tubuh terlihat lebih tua dari usia sebenarnya adalah tanda khas kondisi ini.
Selain itu, kulit menjadi kering, rambut patah atau rapuh, serta energi tubuh sangat rendah merupakan gejala umum marasmus. Kondisi ini juga sering memunculkan diare kronis dan peningkatan risiko infeksi karena sistem imun tubuh melemah.
Penyebab dan Dampaknya
Penyebab utama kwashiorkor dan marasmus adalah kurangnya akses terhadap makanan bergizi. Khususnya protein dan sumber energi lainnya. Tak hanya itu, faktor ekonomi yang rendah serta keterbatasan pengetahuan tentang nutrisi turut memperburuk risiko gizi buruk pada anak-anak.
Dampak dari malnutrisi ini sangat luas. Selain pertumbuhan fisik yang terhambat, kemampuan berpikir dan fungsi organ tubuh bisa terganggu. Dalam kasus yang parah, gangguannya pun dapat menyebabkan komplikasi serius hingga fatal jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat.
Meskipun perawatan medis dapat membantu memperbaiki kondisi, risiko jangka panjang tetap ada. Terutama pada perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh. Sebagai catatan penting, pencegahan melalui asupan makanan yang cukup dan seimbang merupakan langkah penting agar anak-anak tidak mengalami gizi buruk.
Baca Juga: Anemia Defisiensi Besi pada Anak dan Dampaknya bagi Tumbuh Kembang
Kwashiorkor dan marasmus merupakan dua bentuk gizi buruk ekstrem yang sering menyerang anak-anak di lingkungan dengan keterbatasan pangan bergizi. Keduanya memiliki ciri khas berbeda. Akan tetapi pada dasarnya berakar dari kekurangan nutrisi penting dalam makanan. Upaya pencegahan melalui penyediaan nutrisi seimbang sejak dini sangat penting. Selain itu, menjaga kualitas asupan makanan dan edukasi gizi dapat membantu mengurangi kondisi kwashiorkor dan marasmus di masyarakat. (R10/HR-Online)

10 hours ago
10

















































