Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Garut Meroket Tiga Kali Lipat hingga Rp 80 Ribu per Kilogram

7 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Menjelang datangnya bulan Ramadhan 2026, harga cabai rawit merah di Pasar Ciawitali, Kecamatan Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami lonjakan tajam. Komoditas dapur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat tersebut, kini dijual hingga tiga kali lipat dibandingkan harga normal sebelumnya.

Baca Juga: Cuaca Buruk Bikin Petani Cabai di Sumedang Merugi

Berdasarkan pantauan harapanrakyat.com di lapangan Minggu (8/2/2026), harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Namun kini melesat menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Bahkan, di beberapa lapak pedagang, harga cabai rawit merah dilaporkan sempat menyentuh angka Rp 90 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan pasar menjelang Ramadan, yang diperparah dengan faktor cuaca buruk. Kondisi tersebut berdampak pada hasil panen petani, sehingga harga cabai dari tingkat produsen sudah lebih tinggi saat diterima pedagang di pasar.

Lonjakan harga ini pun dirasakan langsung oleh konsumen, khususnya para ibu rumah tangga. Untuk tetap memenuhi kebutuhan dapur, sebagian pembeli terpaksa mengurangi jumlah pembelian cabai agar tetap sesuai dengan anggaran belanja harian.

Dampak kenaikan harga cabai rawit merah ini tentu berefek sangat signifikan terhadap konsumen apalagi para kaum ibu rumah tangga. Mereka harus mengurangi nilai berat agar bisa mendapat cabai di pasar.

Salah seorang konsumen asal Tarogong, Garut, Nung, mengaku terkejut dengan kenaikan harga cabai rawit yang terjadi dalam waktu singkat. Menurutnya, beberapa hari sebelumnya harga cabai masih tergolong terjangkau.

“Beberapa hari lalu masih Rp 30 ribu per kilogram. Saya biasanya belanja ke pasar setiap tiga sampai empat hari sekali. Tapi hari ini sudah Rp 80 ribu, bahkan ada yang jual sampai Rp 90 ribu per kilogram,” kata Nung saat ditemui di Pasar Ciawitali, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Pangandaran Naik Signifikan, Ini Penyebabnya

Pedagang Pasar Ciawitali Garut Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Meroket

Sementara itu, pedagang sayuran di Pasar Ciawitali, Undang, membenarkan bahwa kenaikan harga sudah mulai terjadi sejak tiga hari terakhir. Meski kenaikannya tidak berlangsung secara mendadak, tren tersebut dinilai sebagai pola tahunan yang kerap muncul menjelang bulan Ramadan, ditambah faktor cuaca buruk.

“Memang dari tiga hari lalu sudah mulai naik. Faktor utamanya permintaan pasar yang tinggi dan cuaca yang kurang bagus, sehingga harga dari petani juga sudah mahal. Untuk stok sendiri masih aman, meski harga sekarang sudah di angka Rp 80 ribu,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Cabai Terus Anjlok, Petani di Panawangan Ciamis Beralih Tanam Jagung

Akibat harga cabai rawit di Garut yang terus merangkak naik, para ibu rumah tangga pun dituntut lebih cermat dalam mengatur pengeluaran. Mengurangi bobot pembelian menjadi salah satu langkah yang terpaksa diambil, agar kebutuhan memasak tetap terpenuhi di tengah kenaikan harga yang mencapai tiga kali lipat tersebut. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |