Hari Minggu, 8 Februari 2026, menjadi titik balik emosional bagi ikon sayap Persib Bandung, Febri Hariyadi. Pemain yang akrab disapa “Bow” tersebut resmi mengakhiri masa lajangnya. Namun, di balik janji suci pernikahan tersebut, sebuah keputusan profesional besar juga telah menantinya. Febri Hariyadi resmi hijrah sementara ke Persis Solo demi mengembalikan tajamnya taring di lapangan hijau.
Baca Juga: Wilujeng Sumping Sergio Castel, Ini Profil Penyerang Asal Spanyol Rekrutan Baru Persib Bandung
Prosesi pernikahan Febri dengan kekasihnya, Marsha Hamrah, berlangsung dengan nuansa khidmat dan penuh kehangatan. Pernikahan ini bukan sekadar urusan privat, melainkan cerminan eratnya kekeluargaan di tubuh Maung Bandung.
Komisaris sekaligus Manajer Persib, H. Umuh Muchtar, hadir langsung untuk menjalankan peran krusial sebagai saksi akad nikah. Kehadiran sosok yang dituakan di Persib tersebut seolah menjadi simbol restu klub bagi Febri untuk melangkah ke jenjang kehidupan yang lebih dewasa.
Strategi Melepas Febri Hariyadi ke Persis Solo
Namun, romantisme di Lembang segera bersambut dengan realita kompetisi. Manajemen Persib Bandung secara resmi mengumumkan peminjaman Febri ke Persis Solo untuk putaran kedua Super League musim 2025/2026.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Musim ini, Febri tercatat baru mengumpulkan 136 menit bermain dari 8 penampilan. Angka yang terbilang minim bagi pemain yang telah berseragam biru sejak 2016, dan dikenal karena kecepatannya yang eksplosif.
“Peminjaman ke Persis akan memberikannya kesempatan bermain yang lebih konsisten. Kami harap ketika kembali ke Persib, Febri sudah berada di level performa terbaiknya,” ujar Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat dilansir dari laman Persib, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Kembali Pulang, Ini Cara Dedi Kusnandar Bersaing Masuk Skuad Utama Persib Bandung
Langkah strategis melepas Febri Hariyadi ke Persis Solo ini, merupakan hasil evaluasi mendalam antara manajemen dan pelatih kepala, Bojan Hodak. Juru taktik asal Kroasia tersebut menilai, bahwa untuk mengembalikan ritme permainan terbaiknya. Febri membutuhkan “jam terbang” yang tidak bisa dijamin dalam ketatnya persaingan skuad utama Persib saat ini.
Peminjaman yang berdurasi hingga akhir musim ini dipandang sebagai solusi win-win. Persis Solo mendapatkan tambahan amunisi berpengalaman, sementara Febri mendapatkan panggung untuk membuktikan bahwa kecepatannya belum pudar.
Kini, Febri Hariyadi berdiri di ambang dua dunia yang baru, tanggung jawab sebagai seorang suami dan tantangan untuk membuktikan loyalitasnya melalui performa di klub pinjaman. Persib Bandung melepas pemain nomor punggung 13 ini dengan doa terbaik, menantikan kembalinya sang sayap dengan kepercayaan diri yang lebih matang.
Baca Juga: Makna di Balik Nomor 44 Dion Markx, Bek Muda Persib Bandung yang Siap Bersaing di Super League
Febri Hariyadi tidak hanya membawa koper ke Persis Solo. Ia membawa restu dari Bandung dan semangat baru dari pelaminan, untuk merebut kembali statusnya sebagai salah satu winger terbaik di tanah air. (Adi/R5/HR-Online)

6 hours ago
3

















































