harapanrakyat.com,- Leu Picin (78) menyempatkan sarapan sebelum warga Tionghoa datang ke Kelenteng Hok Tek Bio di Jalan Ampera II, Kelurahan Lebak, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (8/2/2025). Pagi itu, mereka akan menyucikan dewa-dewi yang ada di kelenteng. Tradisi yang disebut Kimsin itu kerap dilakukan menjelang Imlek di Kelenteng Hok Tek Bio.
“Kalau nggak sarapan sekarang, nanti keburu banyak orang jadi nggak bisa makan,” kata Picin yang sudah bertahun-tahun menjadi pengurus Kelenteng Hok Tek Bio. “Dikasih tahunya jam sembilan mulai, sebentar lagi nanti pasti pada datang,” katanya.
Baca Juga: BKPSDM Ciamis Perkuat Kesiapsiagaan ASN Lewat Webinar Budaya Kerja Siaga Bencana
Sementara itu Durani (51) biokong atau penjaga kelenteng Hok Tek Bio juga terlihat sibuk mempersiapkan Kimsin. Ia menyapu bagian luar kelenteng. Kemudian ia memindahkan patung dewa-dewi dari altar ke sebuah meja. Di atas meja-meja yang berderet di altar terdapat baskom-baskom berisi air dan bunga mawar.
“Sudah biasa setiap tahun, sebelum Imlek menyucikan dewa-dewi,” kata Durani, warga asal Cirebon yang kini tinggal di Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya. Meskipun sehari-hari Durani mengurus kelenteng tetapi ia merupakan seorang muslim.
“Sudah dari 2005, awalnya dari Cirebon merantau dan kerja di Pusaka (toko material di Ciamis), terus tahun 2005 itu mulai kerja di kelenteng,” katanya.
Baca Juga: Disdukcapil Ciamis Jemput Bola Layani Warga Sakit, Lansia, dan Disabilitas di Desa Sukasari
Pembicaraan Harapan Rakyat dengan Durani terputus saat sejumlah warga Tionghoa mulai berdatangan. Ketua Kelenteng Hok Tek Bio, Hidayat menyapa para wartawan yang sedang menunggu Kimsin. Ia langsung masuk ke kelenteng dan kembali keluar dengan membawa hio yang sudah dinyalakan. Hidayat kemudian sembahyang menghadap altar yang ada di depan kelenteng.
Setelah warga mulai ramai, proses membersihkan dewa-dewi pun dimulai. Satu-satu patung dewa-dewi dibersihkan dengan air mawar di dalam baskom, kemudian dilap dengan handuk yang sudah disediakan. Debu-debu juga dibersihkan dari altar.
Tradisi Kimsin Dilaksanakan Hari Minggu di Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis
Bendahara Kelenteng Hok Tek Bio, Purwanto Senjaya mengatakan, tradisi Kimsin biasanya jatuh pada 11 Februari. Namun pihak kelenteng Hok Tek Bio memilih melaksanakan Kimsim pada hari Minggu.
Pemilihan hari tersebut, kata Purwanto, juga dimaknai sebagai momentum kebersamaan. Umat bergotong royong membersihkan kelenteng sebagai simbol kesiapan menyambut tahun baru.
“Kami biasanya memilih hari Minggu supaya sekalian menjadi hari persaudaraan. Semua ikut bersih-bersih menjelang Imlek. Kita membersihkan diri, patung dewa pun disucikan. Ada makna simbolis di sana, tentang membersihkan segalanya,” ujar Purwanto.
Untuk pelaksanaan Imlek tahun ini, Purwanto menyebut tidak ada perbedaan mencolok dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia merasakan harapan umat yang dipanjatkan terasa semakin besar.
“Kami berharap di tahun baru ini semuanya bisa bangkit, terutama perekonomian. Negara aman, makmur, dan kesejahteraan bisa dirasakan bersama,” katanya.
Ia menambahkan, rangkaian perayaan Imlek di Kelenteng Hok Tek Bio tidak hanya berhenti pada ritual penyucian patung dewa. Puncak sembahyang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari, kemudian dilanjutkan perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret.
Baca Juga: Ketua DPRD Ciamis Dukung Band Dayend Tampil di Festival Hellprint United Day 9
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan akan diisi dengan sembahyang bersama, pertunjukan barongsai, serta hiburan yang terbuka untuk masyarakat umum,” tutup Purwanto. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

7 hours ago
2

















































