PENDEKAR SILAT: Inovasi Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sunda di SDN 5 Cimanggu Pangandaran

5 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Upaya membangun karakter peserta didik tidak melulu membutuhkan fasilitas mewah atau teknologi mutakhir. Di SDN 5 Cimanggu, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengoptimalkan kearifan lokal Sunda menjadi fondasi untuk mendidik siswa agar lebih disiplin, santun, peduli, dan bertanggung jawab.

Gagasan ini diwujudkan oleh Yogi Muhamad Fauji lewat inovasi pendidikan karakter bernama Pendekar Silat (Pendidikan Karakter Siliwangi Siap Melesat).

Inovasi Pendidikan Karakter di SDN 5 Cimanggu Pangandaran

Program ini untuk menjawab tantangan zaman. Mulai dari pergeseran sosial, perkembangan teknologi, hingga keragaman latar belakang keluarga murid.

Baca Juga: Antisipasi Kecanduan Gadget, Program ULAS Ajak Anak Pangandaran Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Edukatif

Menurutnya, nilai kearifan lokal Sunda harus dipraktikkan langsung dalam keseharian, bukan sekadar teori budaya yang dihafal.

“Gagasan ini berawal dari kebutuhan guna memperkuat tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta kesantunan murid. Kami mencoba menjadikan budaya yang dekat dengan kehidupan mereka sebagai bagian dari proses pembentukan karakter,” kata Yogi, Selasa (25/8/2026).

Empat Fondasi Filosofi Siliwangi

Inovasi Pendekar Silat mengadopsi falsafah Sunda Siliwangi yang diterjemahkan ke dalam empat prinsip praktis.

1. Silih Asah (Saling Belajar & Mengembangkan Kemampuan): Menerapkan melalui kegiatan literasi, numerasi, pembelajaran RAMAH (Rekognisi, Analisis, Membuat, Aksi Lanjut, dan Hasil Belajar). Program MARLIN (Merdekakan Anak Raih Literasi dan Numerasi). Serta forum silaturahmi antar-guru untuk peningkatan kompetensi.

2. Silih Asih (Saling Mengasihi): Mewujudkan lewat program SOMÉAH (Sadar Kana Lampah Éling Kana Kahadean) untuk mengasah kesantunan. Serta SABILULUNGAN untuk melatih kepedulian sosial dan gotong royong murid.

3. Silih Asuh (Saling Membimbing): Menerapkan lewat SAJABAR (Solat Berjamaah jeung Ibadah Rutin), budaya Raresik (Rajin Beberes Sadar Kana Kabersihan). Serta TATANGI (Taliti, Tanggap, Ngajugjug Imah) melalui kunjungan guru ke rumah murid guna mempererat hubungan sekolah dan keluarga.

4. Silih Wawangian (Saling Menyebarkan Kebaikan): Menjalankannya melalui gerakan NGARUMAT (Ngalakukeun, Ngajaga, Nembongkeun jeung Nularkeun Kahadéan) sebagai pembiasaan berbuat baik dan membagikan inspirasinya kepada orang lain.

Baca Juga: Tak Ada Anak Putus Sekolah, Pemkab Pangandaran Fasilitasi Pendidikan Tiga Anak Asal Bekasi

Pentingnya Keteladanan Guru

Lebih lanjut Yogi menjelaskan, pendidikan karakter tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan materi ceramah. Guru di SDN 5 Cimanggu harus menjadi teladan nyata dalam kedisiplinan, etos kerja, komunikasi santun. Serta kepedulian kepada seluruh murid.

“Karakter tidak cukup diceramahkan. Guru harus memberikan contoh melalui sikap dan perilaku sehari-hari,” tegas Yogi.

Dengan keteladanan ini, anak tidak hanya sekadar mendengar teori kesantunan atau kedisiplinan. Melainkan menyaksikannya langsung dalam kehidupan sehari-hari di sekolah hingga akhirnya terbentuk budaya positif.

Sinergi Tri Pusat Pendidikan

Program ini berjalan optimal berkat kolaborasi erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Melalui program kunjungan TATANGI serta platform SIGMA (Sistem Informasi Guru dan Manajemen Administrasi), perkembangan karakter anak dapat dipantau bersama secara menyeluruh, baik di sekolah maupun di rumah.

Dampaknya pun mulai terlihat nyata. Iklim SDN 5 Cimanggu kini berubah menjadi lebih kolaboratif. Murid menunjukkan kemajuan dalam kesantunan serta kepedulian lingkungan, sementara para guru makin aktif berbagi praktik baik.

PENDEKAR SILAT membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk berinovasi. Dengan konsep low cost, program ini mengoptimalkan potensi budaya sekitar sekolah. Kearifan lokal justru menjadi perisai bagi murid agar siap menghadapi era digital tanpa kehilangan etika dan kesantunan mereka.

Atas keberhasilan ini, SD Negeri 5 Cimanggu meraih penghargaan bergengsi Anugerah Gapura Pancawaluya Kategori Madya Jenjang SD/MI se-Kabupaten Pangandaran Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025.

Baca Juga: Rehabilitasi Sekolah di Pangandaran Tak Merata, Nasib 91 SDN Rusak Dipertanyakan

Kedepan, SDN 5 Cimanggu akan terus memperkuat program ini dengan menyiapkan Bank Aktivitas Karakter berbasis kearifan lokal. Serta mengintegrasikannya ke dalam Kurikulum Satuan Pendidikan agar dapat dijadikan referensi, bahan lokakarya, dan diimbaskan ke sekolah-sekolah lain.

“Pendidikan karakter yang paling bermakna bukan hanya yang tertulis dalam dokumen sekolah. Karakter harus terlihat dari cara murid berbicara, bersikap, bekerja sama, menjaga lingkungan, menghormati orang lain. Serta melakukan kebaikan tanpa harus diperintah,” tutup Yogi Muhamad Fauji. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |