harapanrakyat.com,- Masalah pengangkutan sampah yang rumit, serta menumpuknya limbah kain industri bordir di wilayah pemukiman padat menjadi perhatian serius mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS).
Guna mengatasi persoalan ini, tim mahasiswa menggelar edukasi lingkungan bagi puluhan warga di Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (14/8/2026).
Mereka melakukan edukasi setelah menemukan fakta di lapangan bahwa jadwal pengangkutan sampah yang hanya seminggu sekali. Serta kondisi wilayah yang didominasi gang sempit seringkali memicu warga mengambil jalan pintas dengan membakar sampah di halaman rumah. Praktik ini tidak hanya mencemari udara, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Atasi Sampah di Tasikmalaya, Mahasiswa KKN UMTAS Edukasi Warga Gunung Tandala Kawalu Buat Biopori
Tantangan Pengelolaan Limbah Industri Bordir di Kawalu Tasikmalaya
Ketua Kelompok KKN Kelurahan Talagasari A, Mutiara Mutmainnah (20), mengungkapkan bahwa tingkat kepedulian warga terhadap lingkungan masih perlu dipacu. Kendala teknis utama terletak pada proses membawa sampah dari gang-gang sempit menuju kendaraan pengangkut utama.
“Dari hasil observasi minggu-minggu sebelumnya, banyak masyarakat mengeluhkan pengangkutan sampah yang seminggu sekali dan wilayahnya masuk gang-gang. Akibatnya, banyak yang membakar sampah di halaman karena rumit membawanya ke truk sampah,” terang Mutiara.
Selain sampah rumah tangga, Kelurahan Talagasari menghadapi tantangan besar berupa limpahan limbah kain dari industri bordir lokal. Jika tidak diolah kembali, limbah kain ini berpotensi terus menumpuk dan merusak pemandangan serta lingkungan.
Inovasi Biopori dan Ecobrick dari Limbah Kain
Lewat edukasi ini, mahasiswa mendorong warga untuk memulai pemilahan sampah dari rumah serta memanfaatkan limbah menjadi barang berdaya guna. Meskipun masa KKN terbatas selama 35 hari, para mahasiswa berkomitmen membawa persoalan ini ke tingkat kebijakan publik.
Baca Juga: Kontroversi Proyek PSEL Tasikmalaya: Ancaman Kesehatan Warga hingga Risiko ‘Lapar’ Sampah
“Kami akan merekomendasikan kebijakan publik kepada Pemerintah Kelurahan Talagasari dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengadakan penanganan khusus limbah kain. Baik melalui pelatihan berkelanjutan maupun program penyerapan limbah industri bordir lokal,” tegas Mutiara.
Program ini mendapat sambutan hangat dari warga. Euis Heryati (70), salah seorang peserta, mengaku mendapat pengetahuan baru mengenai teknologi sederhana seperti lubang resapan biopori dan pembuatan ecobrick.
“Seminar ini buat Ibu seperti sekolah lagi. Yang tadinya belum tahu jadi tahu. Sekarang paham fungsi biopori untuk penyerapan sisa makanan jadi pupuk. Kalau dibuang sembarangan kan jadi tidak sehat, dan ecobrim bisa dibuat dari limbah bekas kain,” tutur Euis.
Ia menceritakan bahwa di lingkungannya, limbah kain sisa produksi bordir memang sangat melimpah. Ia dan warga di RW-nya bahkan sudah mulai bereksperimen memanfaatkan limbah tersebut menjadi furniture.
“Di rumah dan di sekolah banyak sisa kain, sayang kalau tidak dimanfaatkan. Kemarin sudah buat kursi dari ecobrick. Kedepan, Ibu ingin belajar cara bikin keset dari sisa kain itu. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berkelanjutan,” harap Euis.
Dukungan Pemerintah Kelurahan Talagasari
Kepala Kelurahan Talagasari, Arif Budiman, menyampaikan apresiasi tinggi atas aksi nyata mahasiswa KKN UMTAS. Menurutnya, keberadaan mahasiswa sangat membantu menyelaraskan program kampus dengan prioritas Pemkot Tasikmalaya dalam bidang lingkungan dan pemberdayaan ekonomi.
Baca Juga: Groundbreaking TPPAS Legok Nangka, Hasilkan Listrik 40 Megawatt Hingga Serap 1.500 Tenaga Kerja
“Kami mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika UMTAS yang memercayakan Kecamatan Kawalu dan Kelurahan Talagasari sebagai lokus KKN. Kegiatan ini sangat selaras dengan visi Kota Tasikmalaya sebagai kota industri, jasa, dan perdagangan yang inovatif, maju, serta berkelanjutan,” kata Arif.
Kegiatan sosialisasi ini juga dilengkapi dengan dokumentasi interaksi antara mahasiswa dan masyarakat Kelurahan Talagasari, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan yang kolektif. (Rafi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
4

















































