Stunting di Bandung Barat Masuk 3 Besar Jabar, Salah Kaprah Kental Manis Jadi Pemicu

6 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Masalah stunting di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menjadi sorotan serius. Daerah ini masih bertengger di tiga besar posisi, dengan angka kasus stunting tertinggi dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Salah satu penyebab utamanya, ternyata berakar dari kesalahpahaman pemahaman masyarakat yang sudah berlangsung lama.

Baca Juga: HUT KBB ke-19 Hadirkan Layanan Vaksinasi Rabies Gratis dan Sterilisasi Kucing Bersubsidi

Banyak orang tua, terutama ibu muda, masih keliru menganggap kental manis sebagai susu yang layak dijadikan sumber gizi utama bagi anak. Padahal kenyataannya sangat berbeda, dan anggapan keliru ini turut memperburuk kondisi gizi anak di wilayah tersebut.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) dan Muslimat NU di Ngamprah, Rabu (22/7/2026). Ketiga pihak sepakat bahwa meluruskan pemahaman soal konsumsi pangan adalah kunci penting untuk menekan laju stunting.

Pemkab Bandung Barat Gencarkan Edukasi Cegah Stunting, Salah Persepsi Kental Manis Perlu Diluruskan

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail menegaskan, penanganan stunting tak bisa hanya dibebankan pada pemerintah saja. Perlu gotong royong seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU, untuk meluruskan persepsi yang keliru ini.

“Kesalahpahaman ini harus segera kita luruskan. Masih banyak orang tua yang menyamakan kental manis dengan susu, padahal fungsinya bukan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak,” katanya.

Baca Juga: Prevalensi Angka Stunting Enam Daerah di Jawa Barat Meningkat, Dinkes Ingatkan Soal Pencegahan

Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU, Erna Yulia Sofihara menjelaskan, konsumsi kental manis berlebihan justru membuat anak cepat merasa kenyang. Akibatnya, mereka menolak makanan padat bergizi yang sebenarnya dibutuhkan untuk pertumbuhan tubuh dan tinggi badannya.

“Kalau anak kenyang duluan karena gula, dia tak mau makan nasi, lauk atau sayur. Jika ini terus terjadi, risiko gizi buruk hingga stunting pasti makin besar,” jelas Erna.

Sedangkan untuk mengubah persepsi yang sudah menahun, Muslimat NU mendesak penyebutan produk diubah dari “susu kental manis” menjadi cukup “kental manis” saja. Tujuannya, agar masyarakat tak lagi tertipu istilah dan tidak menyamakannya dengan susu murni. Selain itu, iklan produk ini juga diminta tak lagi menampilkan balita seolah-olah meminumnya sebagai pengganti susu.

Jawa Barat Jadi Prioritas Edukasi

Sementara itu, berdasarkan survei Universitas Islam Bandung, sebanyak 67,7 persen masyarakat Indonesia masih mengira kental manis adalah susu. Khusus di Jawa Barat, tingkat kesalahpahaman masih ada di kisaran 24–25 persen, menjadikan wilayah ini prioritas utama edukasi.

Sekretaris YAICI Satria Yudistira menambahkan, kemiripan rasa, warna, dan aroma dengan susu membuat kesalahpahaman ini berlangsung lebih dari satu abad. Padahal, riset menunjukkan konsumsi tak tepat produk ini berhubungan erat dengan risiko kelebihan berat badan, gizi buruk, hingga stunting pada anak.

Pihak Dinas Kesehatan Bandung Barat pun mengonfirmasi fakta ini. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan KBB, dr. Enung Masruroh, menyampaikan bahwa kandungan gula dalam kental manis mencapai 40–60 persen jauh dari kandungan gizi susu yang sesungguhnya.

“Produk ini hanya layak jadi pelengkap rasa, bukan minuman utama. Kalau dijadikan pengganti susu atau makanan, risiko obesitas dan gangguan gizi pada anak pasti meningkat,” tegasnya.

Baca Juga: Capai 22,3 Persen, Kasus Stunting di Kota Cimahi Tertinggi Kedua di Jawa Barat

Ia pun mengingatkan tren obesitas anak di Bandung Barat mulai naik. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Bandung Barat meluruskan pemahaman soal kental manis, menjadi langkah krusial untuk menyelamatkan generasi penerus dari ancaman gizi buruk dan stunting. (Eri/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |