Hati-Hati! Penipuan Transfer Fiktif Sering Terjadi, Agen Admin Perbankan di Pangandaran Ungkap Modusnya

13 hours ago 11

harapanrakyat.com,- Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi keuangan digital, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk mencegah kerugian. Modus penipuan transfer fiktif masih kerap terjadi dan menyasar agen-agen transaksi perbankan di daerah, termasuk di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Baca Juga: Waspada Penipuan! Gadis di Cipaku Ciamis Terkena Hipnotis Telepon, Saldo Rekening Ludes

Salah seorang admin agen transaksi perbankan di Pangandaran, Elin Melinda, mengungkapkan pola modus penipuan yang kerap terjadi. Para penipu ini kerap menggunakan berbagai trik yang bisa mengecoh admin, yang kadang-kadang sering luput dalam aksi tersebut.

Elin mengungkapkan, salah satu modus penipuan yang sering dilakukan adalah menyerahkan bukti transfer fiktif atau palsu. Si nasabah ini mengaku telah melakukan sejumlah transfer dengan menunjukkan buktinya, namun ternyata semua itu palsu.

“Jadi  transfernya beberapa waktu lalu atau sudah lama. Kalau tidak teliti mungkin sudah lolos,” ungkapnya belum lama ini.

Modus penipuan selanjutnya adalah mengedit bukti transfer fiktif. Pelaku memanfaatkan tangkapan layar lama, lalu mengubah nominal maupun tanggal transaksi sehingga tampak seolah-olah baru saja dilakukan.

“Kalau di sini memang belum pernah ada yang lolos. Tapi kalau dilihat di grup agen bank, memang pernah ditemukan modus penipuan seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga: Bikin Geger Warga Pangandaran, Wanita Asal Bandung Diduga Tak Bayar BBM, Hotel hingga ATV

Bagaimana Atasi Modus Penipuan Transfer Fiktif?

Bukan hanya potensi penipuan dari pihak luar, Elin juga menyoroti risiko penyalahgunaan yang bisa muncul dari internal apabila tidak disertai pengawasan yang ketat. Ia menegaskan, kedisiplinan dalam menerapkan prosedur operasional standar (SOP) menjadi benteng utama untuk meminimalkan risiko.

Sementara untuk mengantisipasi berbagai modus penipuan transfer fiktif tersebut, ia selalu menjalankan SOP secara ketat dalam setiap transaksi. Mengingat risiko dalam transaksi keuangan tergolong besar dan dapat berdampak langsung pada agen.

Baca Juga: Awas Modus Baru Kejahatan Siber di Garut, Tilang Elektronik Palsu Mengincar Korban!

Pihaknya juga menekankan kepada para pelanggan untuk menghitung uang terlebih dulu, sebelum meninggalkan loket atau outlet. “Biasanya kalau ada yang ngaku-ngaku kurang uang atau lainnya setelah meninggalkan outlet, sesuai SOP kita tidak akan memenuhi tuntutannya,” pungkasnya. (Ala Heryana/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |