Jalan Raya Kertahayu-Pamarican Ciamis Terendam Banjir Cileuncang, Lumpur Licin Bahayakan Pengendara!

6 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Jumat (13/02/2026) sore, kembali mengakibatkan banjir cileuncang. Kali ini, luapan air merendam Jalan Raya Kertahayu-Pamarican, tepatnya di sekitar kawasan BBUG Ciparakan, Desa Sukahurip.

Meski air cepat surut, namun material lumpur yang tertinggal di aspal sempat mengancam keselamatan para pengguna jalan.

Baca Juga: Sering Diguyur Hujan, Gerusan Sungai Citalahab Ancam Jalan Desa di Pamarican Ciamis

Beruntung, petugas Damkar dari Pos WMK Banjarsari bergerak sigap menuju lokasi untuk melakukan penyemprotan dan pembersihan material lumpur, agar kendaraan dapat kembali melalui Jalan Raya Kertahayu-Pamarican.

Iri, salah seorang warga setempat mengatakan, fenomena banjir cileuncang ini sudah menjadi “langganan” setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayahnya.

“Sudah tidak aneh lagi di sini mah. Setiap hujan deras pasti kejadiannya seperti ini (banjir). Jujur saja, kondisi ini membuat warga selalu merasa was-was yang berkepanjangan,” ungkapnya kepada harapanrakyat.com,- Jumat (13/02/2026).

Penyebab Banjir di Jalan Raya Kertahayu-Pamarican Ciamis

Baca Juga: Jembatan Kayu Sapi Pamarican Terputus, Akses Ekonomi Pertanian Dua Desa di Ciamis Lumpuh

Menurut Iri, selama saluran anak sungai di kawasan tersebut dibiarkan dangkal tanpa adanya pemeliharaan yang serius, maka banjir akan terus menghantui wilayah mereka.

Lebih lanjut Iri menjelaskan, akar permasalahan banjir ini bukan sekadar karena faktor cuaca, melainkan adanya perubahan struktur saluran air. Ia menunjuk adanya penyempitan pada bagian gorong-gorong di bawah jalan raya sebagai biang keladi.

“Dulu itu saluran selokan ini lurus langsung mengalir ke sawah. Tapi sejak ada perbaikan dan pembangunan BBUG, salurannya malah dibelokkan. Otomatis aliran air jadi mentok,” katanya.

Tak hanya soal saluran yang dibelokkan itu, Iri juga menyoroti ukuran gorong-gorong di bawah Jalan Raya Kertahayu-Pamarican yang saat ini justru lebih kecil dari bangunan lama.

Baca Juga: Tanggul Sungai Citalahab Ciamis Kembali Jebol, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

“Padahal dulu itu besar. Sekarang, saat air kiriman dari atas turun dengan volume besar, air jadi terbendung karena lubang pembuangannya kecil. Akhirnya air tidak tertampung dan meluap ke jalan raya,” terang Iri.

Warga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan pada drainase tersebut, agar akses jalan kabupaten ini tidak terus-menerus terganggu oleh luapan air dan lumpur. (Suherman/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |