Petani Ciamis Buktikan Panen Padi Organik Lebih Memuaskan dari Sistem Konvensional

9 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Panen padi di hamparan sawah Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, pada Senin, 2 Februari 2026 lalu, menjadi momentum penting bagi pengembangan pertanian organik di daerah tersebut. Panen padi kerja sama Gerakan Amaliyah Ciamis Cinta Organik Sejati (GACCORS) bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis ini, mencatatkan hasil yang memuaskan.

Baca Juga: Petani di Sadananya Ciamis Mulai Terapkan Sistem Pertanian Organik, Target Pulihkan Kualitas Tanah

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi dan SDM. Kemudian, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis. Camat Sadananya, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, BPP Kecamatan Sadananya, POPT wilayah Sadananya, Kepala UPTD-PPKP Wilayah Ciamis, Pemerintah Desa Mekarjadi. Badan Pusat Statistik (BPS), Koordinator Wilayah GACCORS Ciamis, pendamping SL PSRLB, serta warga belajar SL PSRLB Cisadap.

Rangkaian kegiatan diawali dengan panen simbolis sebagai penanda keberhasilan musim tanam, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ubinan bersama BPS. Proses ubinan dilakukan di tiga titik berbeda pada tiga petakan sawah, disaksikan oleh penyuluh pertanian, perangkat desa, serta unsur DPKP Kabupaten Ciamis guna memastikan akurasi dan transparansi pengukuran hasil.

Hasil Panen Padi Organik yang Memukau

Kepala Bidang Penyuluhan DPKP Ciamis, Alik Sutaryat mengungkapkan, bahwa dari hasil ubinan tersebut, capaian produksi cukup menggembirakan. Ubinan pertama menghasilkan 6,10 kilogram, ubinan kedua 5,64 kilogram, dan ubinan ketiga 6,58 kilogram. Secara rata-rata, hasil ubinan tercatat 6,10 kilogram.

Setelah dikonversi, angka tersebut setara dengan 97,60 kuintal per hektare Gabah Kering Panen (GKP) atau 83,90 kuintal per hektare Gabah Kering Giling (GKG). “Capaian ini dinilai lebih tinggi dibandingkan metode konvensional yang masih menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Meskipun lahan yang diuji telah menerapkan sistem budidaya full organik,” ungkapnya kepada harapanrakyat.com, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Panen Raya Padi di Gunungsari, Produktivitas Lampaui Rata-Rata di Ciamis

Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa pada saat sesi diskusi dan evaluasi pasca panen padi organik, terungkap bahwa proses pembelajaran melalui pelatihan telah membawa perubahan signifikan pada pola pikir petani. Para peserta pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap praktik pertanian ramah lingkungan.

“Dampaknya mulai terlihat pada kualitas ekosistem sawah, yang ditandai dengan meningkatnya populasi cacing dan belut sebagai indikator kesehatan tanah,” tuturnya.

Kembalinya Ekosistem yang Sehat

Menurutnya, perubahan di Desa Mekarjadi tidak terjadi secara instan. Transformasi tersebut berawal dari kesiapan petani untuk mencoba metode baru, yang kemudian berkembang menjadi keswadayaan kolektif.

Setelah mengikuti tahapan pelatihan dan praktik langsung di lapangan, para petani semakin mantap menerapkan metode budidaya System of Rice Intensification (SRI) organik. “Para petani juga berkomitmen mengembangkan pertanian organik secara berkelanjutan,” ujarnya.

Meski hasil panen padi organik yang dicapai cukup memuaskan, evaluasi tetap dilakukan secara terbuka. Alik Sutaryat mengungkapkan, ditemukan adanya perlakuan yang belum tepat waktu pada penyiangan keempat. “Ini menjadi catatan penting untuk perbaikan pada musim tanam berikutnya,” ungkapnya.

Sebagai rencana tindak lanjut, perbaikan teknis budidaya sesuai hasil evaluasi ditargetkan mampu mendongkrak produktivitas hingga mencapai 14 ton per hektare. Selain itu, pemanfaatan jerami sebagai bahan organik akan lebih dioptimalkan. Hal itu guna meningkatkan kesuburan tanah sekaligus membantu pengendalian hama tikus secara alami.

Baca Juga: Petani Saguling Ciamis Panen Perdana Padi Lokal Varietas Cikawasen, Produksi Naik 30%

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif berbagai pihak dalam mendorong pengembangan pertanian organik berkelanjutan di Kabupaten Ciamis. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas panen padi organik, langkah ini juga diarahkan untuk menjaga kesehatan lingkungan serta menghadirkan pangan yang lebih sehat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |