Kronologi Dugaan Pengeroyokan Remaja hingga Tewas di Tasikmalaya

3 hours ago 1

harapanrakyat.com,- Seorang remaja dilaporkan meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka serius, setelah menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK). Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Cisinga, tepatnya di Golacir, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (30/4/2026) malam. Para remaja ini menjadi korban OTK, usai mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) laga Persib Bandung melawan Bhayangkara FC.

Baca Juga: Viral di Media Sosial, Remaja Asal Taraju Tasikmalaya Tewas Diduga Dikeroyok OTK

Peristiwa pilu ini bermula, saat rombongan remaja hendak pulang setelah menyempatkan diri berkunjung ke objek wisata Citiis pasca-nobar. Namun, di tengah perjalanan, mereka dihentikan secara paksa oleh hadangan sekelompok orang yang langsung melakukan aksi kekerasan secara membabi buta.

Hadis, orang tua dari AP yang merupakan salah satu korban luka menceritakan, bahwa putranya sempat berpamitan untuk melihat tim kesayangannya bertanding. Ia tidak menyangka pertemuan tersebut menjadi awal dari musibah besar.

“Awalnya pamit untuk nobar Persib, lalu mereka sempat main ke objek wisata Citiis. Saat perjalanan pulang itulah mereka dihadang. Tanpa bicara apa-apa, langsung dikeroyok,” ungkapnya kepada HR Online Minggu (3/5/2026).

Baca Juga: Keluarga Korban Pengeroyokan di Tasikmalaya Berusaha Serang Tersangka

Pemicu Dugaan Pengeroyokan Remaja di Tasikmalaya

Berdasarkan pengakuan saksi di lapangan, pengeroyokan diduga dipicu oleh persoalan sepele. Hadis mensinyalir, suara bising dari salah satu sepeda motor teman anaknya yang menggunakan knalpot brong, memancing emosi kelompok pelaku di lokasi kejadian.

Kondisi Aditya sendiri cukup memprihatinkan dengan luka lebam di bagian wajah, terutama mata, pipi, serta pundak. Hadis menduga, para pelaku menggunakan benda tumpul atau senjata tertentu saat melakukan pemukulan.

“Saya baru tahu pagi harinya. Mukanya lebam, mungkin dipukul pakai cincin atau benda keras lainnya. Anak saya tidak satu motor dengan korban yang meninggal. Posisi korban meninggal itu ada di paling depan rombongan, berboncengan dua orang,” tuturnya.

Kecewa dengan tindakan dugaan pengeroyokan remaja yang sampai merenggut nyawa tersebut, pihak keluarga korban menegaskan akan menempuh jalur hukum. Mereka berencana melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Tasikmalaya, agar para pelaku segera diringkus.

Keluarga berharap kepolisian bertindak tegas dan cepat dalam mengusut tuntas motif serta menangkap dalang di balik dugaan pengeroyokan remaja ini. Baginya, hilangnya nyawa seseorang tidak bisa ditoleransi dengan alasan apapun.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku yang Keroyok Pelajar hingga Tewas di Tasikmalaya

“Pelakunya harus diadili seadil-adilnya. Ini sudah sangat keterlaluan karena sampai ada nyawa yang melayang. Kami minta hukuman yang setimpal,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |