Kenaikan Pasar Saham AS, Meredam Kekhawatiran Turunnya Suku Bunga Fed

12 hours ago 9

Kenaikan pasar saham AS mengakhiri pekan perdagangan menjelang libur Hari Kemerdekaan dalam hasil beragam. Secara keseluruhan, pekan ini ketiga indeks utama Wall Street mencatat kenaikan mengesankan karena adanya data ketenagakerjaan yang jauh lebih lemah. Hal ini menjadi salah satu cara untuk meredakan kekhawatiran terkait Federal Reserve yang terus memperketat kebijakan dari moneter terkait turunnya suku bunga Fed.

Baca Juga: Prospek Menjanjikan dari Pemulihan Investasi Rebound IHSG

Persoalan Terkait Kenaikan Pasar Saham AS

Pada penutupan perdagangan, Kamis (2/07/26), jadi akhir dari kenaikan pasar saham AS. Adanya indeks S&P 500 turun tipis sebesar 0,1% menjadi 7.478,66 poin. Sedangkan indeks teknologi Nasdaq Composite turun sebanyak 0,8% dan menjadi 25.832,67 poin. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average mencapai rekor tertinggi baru dengan kenaikan 1,1% menjadi 52.899,24 poin. Sementara pasar sudah tutup pada Sabtu (4/07/26) menjelang hari libur Hari Kemerdekaan AS.

Walaupun jam perdagangan menjadi lebih singkat, S&P 500 mengalami kenaikan sampai 1,7%. Otomatis secara keseluruhan, untuk minggu ini Nasdaq dan Dow Jones masing-masing alami kenaikan 2,1% serta 2%. Reli ini ikuti paruh pertama pada 2026, tentunya hal ini gemilang untuk pasar saham AS. Pada akhirnya, S&P 500 tercatat alami kenaikan sebesar 9,6%, Nasdaq 12%, dan Dow Jones catatkan paruh pertama terbaiknya semenjak 2021, yaitu dengan kenaikannya 8,9%.

Faktor Pemicu Utama Pasar

Pasar saham AS, khususnya tenaga mengirimkan pesan penting pekan lalu terkait pembentukan ekspektasi suku bunga soal laporan penggajian non-pertanian. Dirilis Departemen Tenaga Kerja AS, menunjukkan jika perekonomian hanya menambah 57.000 pekerjaan. Hal ini tentu lebih rendah dari perkiraan 114.000. Tentunya dengan penurunan tajam dari 129.000 pekerjaan. Meski demikian, tingkat pengangguran bulan Juni sedikit turun menjadi 4,2% setelah tetap stabil di 4,3% selama tiga bulan sebelumnya.

Baca Juga: Tak Bertahan Lama, Rekor Triliuner Elon Musk Akhirnya Tumbang Usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok!

Perkembangan ini tentu menunjukkan jika ekonomi terbesar dunia tengah melambat dan terkendali. Mendorong semua pelaku pasar agar segera mengurangi taruhan terhadap kemungkinan The Fed terus menaikkan suku bunga tahun ini. Dan Coatsworth, kepala riset pasar di AJ Bell, mencatat penurunan harga minyak baru ini dan data ketenagakerjaan lemah, justru memperkuat keyakinan jika kenaikan suku bunga lebih lanjut kemungkinan besar tidak terjadi.

Bersamaan pergeseran makroekonomi, Wall Street menyaksikan rotasi modal investasi jelas di sektor teknologi. Walaupun indeks utamanya naik, namun saham semikonduktor alami sesi perdagangan yang sengit di bawah tekanan aksi ambil untung signifikan. Hal ini secara langsung berdampak pada indeks Nasdaq.

Prediksi Menjanjikan Jangka Panjang

Memasuki pekan perdagangan baru, pasar saham diperkirakan memasuki periode lebih tenang. Negosiasi perdamaian antara AS dan Iran sudah ditangguhkan. Investor mengharapkan diskusi berlanjut segera, tepatnya usai periode ini, sebab kedua belah pihak sebelumnya melaporkan kemajuan yang positif.

Baca Juga: Saham SpaceX Anjlok Hampir 5%, Reli Pasca-IPO Akhirnya Terhenti

Para pembuat kebijakan sebelumnya memberi sinyal pengetatan moneter dalam upaya kenaikan pasar saham AS. Namun adanya penurunan tajam, membuka peluang bank sentral mengejutkan pasar dengan mempertahankan suku bunga. Meskipun risalah ini terdengar agresif, namun jika mengingat lebih dari setengah pejabat Fed menyatakan niat untuk menaikkan suku bunga di tahun ini, menjadikan analis percaya bahwa kenaikan pasar saham AS terjadi karena risiko inflasi yang mereda secara cepat pada konflik geopolitik Timur Tengah. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |