Kesenian Tradisional Dog Dog Semarakkan Mopoek Lembur di Ciamis, Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sunda

10 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Dentuman ritmis kesenian tradisional dog dog menggema di tengah malam hiburan Mopoek Lembur, di Dusun Bangbayang Kidul, Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (6/7/2026). Alunan musik tradisional yang bertempo cepat itu, sukses memukau masyarakat yang memadati lokasi acara. Kesenian ini sekaligus menghadirkan suasana meriah dalam salah satu tradisi tahunan yang masih lestari di daerah tersebut.

Baca Juga: Peringati Hari Jadi ke-384, Pemkab Ciamis Bakal Gelar Galuh Ethnic Carnival dan Ziarah Leluhur

Kepala Desa Bangbayang, Asep Riky Darmawan mengatakan, masyarakat di Dusun Bangbayang Kidul mempunyai acara sakral yang dilaksanakan setiap tahun yaitu Mopoek lembur. Pada setiap malam hiburan kesenian tradisional dog dog selalu tampil. Pasalnya, dog dog ini dianggap seni buhun dan mengandung nilai tersendiri. 

“Seni dog dog dapat dijadikan sarana ungkapan rasa syukur dan kegembiraan, meski dalam perkembangannya dewasa ini mulai memudar,” katanya.

Baca Juga: Kesenian Tradisional Genye Purwakarta, Seni Helaran Unik dari Sapu Lidi

Kesenian Tradisional Dog Dog, Warisan Budaya yang Tetap Bertahan

Kesenian Dog dog di Dusun Bangbayang Kidul telah berkembang sejak zaman dahulu dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Selain selalu tampil dalam acara Mopoek Lembur, kelompok kesenian ini juga rutin mengisi berbagai kegiatan masyarakat, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan materi pertunjukan yang diselingi humor dan sindiran khas, kesenian Dog dog mampu menghidupkan suasana, sekaligus menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan. “Unsur hiburan tersebut menjadi daya tarik tersendiri sehingga pertunjukan tetap diminati hingga saat ini,” ucapnya.

Asep mengakui, bahwa upaya melestarikan kesenian tradisional Dog dog tidak terlepas dari berbagai tantangan. Namun demikian, ia bersyukur karena hingga kini para pemuda di Dusun Bangbayang Kidul masih menunjukkan minat, untuk terlibat dan berkontribusi dalam setiap penampilan pada malam hiburan Mopoek Lembur.

Ia berharap, semangat generasi muda untuk mencintai budaya daerah terus tumbuh. Sehingga, kesenian tradisional Dog dog yang merupakan warisan leluhur tersebut tidak tergerus perkembangan zaman.

Baca Juga: Kesenian Lebon dan Tradisi Nampaling Asal Pangandaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda

“Jangan sampai kalah oleh budaya dari luar. Mari kita bersama-sama mengembangkan budaya Sunda, dan berkomitmen melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur,” ujar Asep. (Edji/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |