Petani di Sadananya Ciamis Mulai Terapkan Sistem Pertanian Organik, Target Pulihkan Kualitas Tanah

17 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Upaya mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan mulai digencarkan di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Berangkat dari persoalan menurunnya kualitas tanah hingga serangan hama yang kian masif, para pemangku kepentingan sepakat terapkan sistem pertanian organik sebagai salah satu solusi strategis. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026, di Madrasah Al-Latifiyah, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya.

Baca Juga: Ciamis Perkuat Langkah Menuju Desa Organik, Sirnabaya Jadi Percontohan Pertanian Berkelanjutan

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis, Ir. H. Alik Sutaryat. Hadir juga pendamping SRI organik, Kepala Dusun Cimamut, POPT wilayah Sadananya. Kemudian, Ketua dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), serta Ketua dan anggota Kelompok Tani Budi Harapan.

Dalam pertemuan tersebut, para petani mengungkapkan, bahwa kondisi tanah sawah maupun lahan darat di wilayah tersebut saat ini memiliki tingkat keasaman di bawah pH 6. Menurut para petani, kondisi ini dinilai kurang ideal bagi pertumbuhan tanaman dan berdampak pada produktivitas hasil panen.

Di sisi lain, petani juga harus menghadapi berbagai serangan hama. Seperti tikus, wereng batang coklat, dan penggerek batang, yang semakin memperberat tantangan di lapangan.

Situasi ini mendorong seluruh pihak yang hadir untuk mencari solusi bersama. Dengan sistem pertanian organik, bisa menjadi pendekatan yang mampu menjawab persoalan degradasi tanah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida dan pupuk kimia sintetis.

Baca Juga: Dinas Perkebunan Jabar Bekali Petani Muda Ciamis dengan Peningkatan Kapasitas SDM

Keberlanjutan dan Rencana Aksi Sistem Pertanian Organik

Kabid Penyuluhan DPKP Ciamis, Alik Sutaryat mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin penting disepakati. Para petani menyampaikan harapan untuk meningkatkan hasil produksi, menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat. Kemudian, menciptakan lingkungan yang lebih lestari, serta menekan serangan hama dan penyakit tanaman.

“Penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintetis secara terus-menerus selama ini dinilai telah menyebabkan penurunan kualitas tanah secara signifikan. Bahkan, sekitar 88 persen kondisi tanah saat ini disebut berada dalam kategori kritis,” ungkapnya kepada harapanrakyat.com, Kamis (12/2/2026).

Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, salah satunya adalah penerapan pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan (PSRLB). Melalui PSRLB ini, diharapkan upaya pemulihan kualitas tanah dapat dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian, menekan intensitas serangan hama dan penyakit, serta mengembalikan keseimbangan ekosistem lahan pertanian.

“Sejumlah petani yang sebelumnya telah mengusulkan kebutuhan pupuk bersubsidi melalui RDKK, juga menyatakan kesiapan mereka. Jadi para petani mulai beralih secara bertahap menuju sistem pertanian organik,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, sambungnya, petani yang telah menerapkan metode SRI organik, berkomitmen untuk memperluas lahan garapan mereka. Selain itu, akan diselenggarakan pelatihan PSRLB di Dusun Cimamut dengan jadwal yang akan ditentukan kemudian.

Baca Juga: Panen Raya Pepaya 2025 di Cidolog, Sinergi Multipihak Wujudkan Ketahanan Pangan di Ciamis

Pihaknya berharap, kegiatan ini menjadi pijakan awal dalam mendorong penerapan sistem pertanian organik yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Sadananya. “Tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu juga, memperbaiki kualitas tanah sebagai pondasi utama sektor pertanian di daerah tersebut,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |