Tepis Polemik Pesugihan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Pesarean Gunung Kawi sebagai Warisan Leluhur

18 hours ago 13

harapanrakyat.com,- Belakangan ini, jagat media sosial ramai dengan berbagai konten yang mengaitkan aktivitas ziarah di Pesarean Gunung Kawi, Jawa Timur, dengan praktik pesugihan.

Menanggapi fenomena tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan sudut pandang yang berbeda, dengan menekankan pada aspek warisan leluhur dan keberagaman tradisi Indonesia.

Baca Juga: Fenomena Ular Naga Jawa Gunung Slamet, Magnet Baru Wisata Edukasi dan Petualangan Ekstrem

Pesarean Gunung Kawi Bagian dari Mozaik Budaya Nusantara

Fadli Zon menyatakan bahwa kegiatan ziarah yang berlangsung di Gunung Kawi sebenarnya adalah bentuk nyata dari kekayaan budaya lama yang masih terjaga hingga kini.

Ia menilai fenomena tersebut sebagai salah satu kepingan mozaik dari keberagaman cara masyarakat Indonesia dalam memahami tradisi mereka.

“Ini adalah bagian dari mozaik tradisi dan budaya lama kita yang tersebar di berbagai tempat. Bukan hanya di Gunung Kawi,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/7/2026), dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Bukan Editan! Inilah Gunung Berwajah Manusia Cukup Bikin Geger Dunia

Selain aspek spiritual, Menteri Kebudayaan juga menyoroti dampak positif dari sisi ekonomi budaya. Selama kegiatan di Pesarean Gunung Kawi tersebut tidak bersifat merusak dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga setempat, Fadli Zon memandangnya sebagai sebuah realitas kehidupan sosial yang positif.

Menurutnya, aktivitas wisata religi ini menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat di sekitar Kabupaten Malang melalui kunjungan para peziarah.

Sejarah dan Tradisi di Gunung Kawi

Untuk diketahui, Pesarean Gunung Kawi merupakan kompleks pemakaman dua tokoh yang sangat dihormati, yakni Kiai Zakaria II (Eyang Djoego) atau Raden Mas Soeryo Koesoemo. Serta Raden Mas Iman Soedjono.

Baca Juga: Sejarah Gunung Parang Purwakarta yang Penuh Mitos

Kompleks ini mencapai puncak keramaian pada momen-momen tertentu, khususnya saat perayaan Tahun Baru Hijriah.

Setiap tanggal 1 Muharam (1 Suro), lingkungan Gunung Kawi tersebut menyelenggarakan prosesi budaya yang khidmat. Mulai dari kirab warga hingga ritual tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |