harapanrakyat.com,- Memasuki pekan kedua Mei 2026, kondisi atmosfer Indonesia tidak sepenuhnya tenang meski sejumlah wilayah mulai bergeser ke periode kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan 8-10 Mei 2026 beberapa provinsi masuk kategori siaga hujan lebat akibat kombinasi gangguan atmosfer yang aktif secara bersamaan.
Dorongan angin dari arah Australia membawa massa udara bervapor rendah ke sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, fenomena tropis seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Siklon Tropis Hagupit justru bekerja di arah sebaliknya. Sehingga mempertebal potensi hujan di banyak daerah.
Baca Juga: Waspada! Bibit Siklon Tropis 92W Mengancam, BMKG Minta Masyarakat Siaga
Dua Gelombang Atmosfer Aktif, Puluhan Provinsi Siaga Hujan Lebat
MJO yang kini berada di fase dua atas Samudra Hindia diprediksi bergerak ke timur dan melintasi Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Hal ini membawa peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
Gelombang Kelvin yang merambat ke arah timur turut aktif di pesisir timur Sumatera, Kepulauan Riau. Kemudian, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua. Kondisi tersebut memperbesar potensi curah hujan di rentang wilayah yang luas.
Sementara Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif secara terbatas di sebagian NTT, Sulawesi bagian selatan, Maluku, dan pesisir barat Papua. Sehingga menambah kompleksitas dinamika cuaca di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga: Prediksi Cuaca 2026: BMKG Pastikan Tak Ada Ancaman El Nino Godzilla
Siklon Hagupit Perkuat Konvergensi di Utara Papua
BMKG memprakirakan Siklon Tropis Hagupit menguat dalam 48 jam ke depan dengan maksimal kecepatan angin 35 knot dan tekanan minimum 1.000 hPa, bergerak ke arah barat sambil membentuk zona konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Papua Nugini.
Keberadaan sistem tersebut berdampak pada peningkatan aliran massa udara basah di wilayah Papua dan sekitarnya. Hal ini memperkuat potensi hujan yang sudah terbentuk akibat gangguan gelombang atmosfer sebelumnya.
BMKG mencatat sedikitnya 25 provinsi berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode ini mencakup Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur. Seluruh provinsi Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara. Serta seluruh provinsi di Papua.
Tujuh provinsi ditetapkan dalam status siaga hujan lebat hingga sangat lebat disertai kilat dan angin kencang. Ketujuh provinsi itu meliputi Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Tengah. Sementara Nusa Tenggara Timur dan Maluku masuk peringatan angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada selama periode cuaca ekstrem berlangsung di wilayah Indonesia. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

21 hours ago
19

















































