harapanrakyat.com,- Kasus penipuan rekrutmen calon karyawan pabrik swasta di Garut, Jawa Barat, terbongkar setelah banyak korban melapor ke polisi. Pelaku terbilang cerdik, karena sistem rekrutmen tersebut menggunakan akun media sosial.
Baca juga: Guru PPPK di Ciamis Terseret Kasus Penipuan MBG, BKPSDM: Sudah Diberhentikan Sementara, Tunggu Vonis
Sudah ada 4 korban yang melapor resmi ke Mapolsek Cibatu Garut, para korban itu telah kena tipu pelaku yang menjanjikan dapat meloloskan menjadi karyawan di perusahaan PT Ultimate Noble Indonesia. Masing-masing korban telah menyetorkan sejumlah uang dengan kisaran jutaan rupiah. Namun setelah berbulan-bulan menunggu, para korban tak kunjung mendapat panggilan kerja.
Korban Kasus Penipuan di Garut Lapor Polisi
Kepala Polisi Sektor Cibatu AKP Amirudin Latif mengatakan, untuk korban yang telah datang ke kantornya lebih dari 5 orang. Sementara yang sudah membuat laporan resmi ada 4 orang. Kemarin dan hari ini Mapolsek Cibatu terus didatangi para korban yang merasa ditipu pelaku.
“Kemarin ada 4 korban yang telah laporan, hari ini ada lagi korban yang datang. Korban diminta uang dengan jumlah berbeda-beda, ada yang yang Rp 1,8 juta, ada yang Rp 1,3 juta, pokoknya banyak,” jelas AKP Amirudin, Jumat (8/5/2026), saat dihubungi.
Pasca mendapat laporan dari para korban, petugas unit reskrim Polsek Cibatu kemudian mengamankan pemuda yang diduga pelaku tunggal. Pria itu berinisial TH (25), dan merupakan warga Kecamatan Cibatu. Saat ini yang bersangkutan telah langsung dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, guna kepentingan pemeriksaan.
“Korbanya ada yang orang Cibatu, ada juga dari Wanaraja. Untuk penanganan dilakukan oleh penyidik Polres, tapi kemungkinan korbannya lebih banyak. Jadi modusnya di medsos, sesuai kronologis buka email atas nama PT UNI, lalu meminta uang kepada calon karyawan untuk berbagai tes,” tambahnya.
Baca juga: Terjerat Kasus Penipuan Loker, Seorang Oknum ASN Bakesbangpol Cimahi Terancam PTDH
Penipuan rekrutmen calon karyawan pabrik di Garut ini dilakukan pelaku dengan cara modus kelulusan seleksi tes ujian, sehingga para korban terus diminta uang pelicin agar bisa lulus dalam seleksi penerimaan karyawan pabrik.
“Misalnya dalih pelaku akan ada ujian A lalu minta uang ke korban, kemudian ada ujian apalagi, minta kirim uang lagi kepada korban,”rincinya.
Saat ini para korban yang belum membuat laporan disarankan mendatangi Polres Garut, karena kasusnya ditangani Polres Garut. Untuk pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Satreskrim Polres Garut. (Pikpik/R6/HR-Online)

23 hours ago
8

















































