Korban Kecelakaan Diduga Ditolak Puskesmas Sukamulya Ciamis, Warga Kecewa

22 hours ago 16

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Sukamulya setelah diduga menolak pasien korban kecelakaan lalu lintas di daerah tersebut. 

Wahyu yang merupakan warga Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti menceritakan awal mula penolakan pasien kecelakaan di Puskesmas Sukamulya tersebut. 

Menurut Wahyu, awalnya ada sebuah kejadian kecelakaan di Jalan Raya Cihaurbeuti – Ciamis tepatnya di Desa Sukamulya pada Kamis tanggal 7 April 2026. 

Baca juga: Skandal Asmara Oknum P3K Puskesmas Lakbok Ciamis, Terduga Pelaku Pilih Mundur dari Pekerjaan

Kendaraan yang terlibat pada kejadian itu adalah sepeda motor vs sepeda motor, dan ada seorang korban yang mengalami luka-luka. Karena, pada saat itu tidak ada kendaraan roda empat yang lewat, ia bersama warga setempat langsung membawa korban tersebut ke Puskesmas Sukamulya menggunakan kendaraannya. 

Namun, sesampainya di IGD awalnya tidak ada orang, lalu ia berteriak meminta tolong, tidak lama muncul seorang pegawai. “Pas ada pegawai, saya langsung ngomong tolong ini ada korban kecelakaan. Tapi bukanya mendapatkan pemeriksaan, pegawai itu ngomong kalau dia bukan petugas medis. Saya kesal, terus ini gimana ada orang kecelakaan,” katanya, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Jumat (7/5/2026). 

Warga Minta Puskesmas Sukamulya Dievaluasi

Setelah itu, lanjut Wahyu, oknum pegawai Puskesmas itu meminta kepadanya untuk membawa korban kecelakaan tersebut ke sebuah klinik yang jaraknya tidak jauh dari Puskesmas Sukamulya.

“Terus saya langsung membawa korban kecelakaan itu ke klinik menggunakan kendaraan saya. Tidak lama akhirnya korban bisa mendapatkan perawatan medis di klinik tersebut,” ucapnya. 

Baca juga: Diharapkan Bisa Lebih Baik, Kepala Puskesmas Banjar 2 Dimutasi

Wahyu mengungkapkan, ia tidak puas dengan pelayanan Puskesmas Sukamulya. Seharusnya ada petugas yang stand by untuk kegawatdaruratan. Seperti kejadian kecelakaan tersebut yang harusnya mendapatkan pertolongan medis, namun malah tidak diterima atau ditolak. 

“Saya minta kepada instansi terkait supaya dapat dievaluasi lagi Puskesmas tersebut. Saya  memang bukan keluarga dari korban bukan siapa-siapa, dan tidak tahu nama korban itu siapa,” ungkapnya. 

“Saya hanya menolong korban karena pada saat itu tidak ada kendaraan dan saya kebetulan bawa mobil toko, jadi sontak saja saya refleks bersama warga setempat menolong korban,” tambahnya. 

Penjelasan Kepala Puskesmas

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsApp, Kepala Puskesmas Sukamulya, Iyus mengaku pada saat itu ia dan karyawan sudah pulang sekitar pukul 14.00 WIB. Berhubung, Puskesmas tersebut bukan Puskesmas Rawat Inap. 

“Pasien itu datang pukul 14.30 WIB, pada saat itu yang ada di Puskesmas petugas atau Bidan yang sedang membuat laporan gak bisa menangani, jadi pasien diarahkan ke klinik terdekat,” ucapnya. 

Baca juga: Geger! Seorang Oknum Pegawai P3K Puskesmas di Ciamis Diduga Beristri Tiga, Kini Mengaku Resign

Terkait tidak diberikan pertolongan pertama atau diperiksa terlebih dahulu, Iyus menyebut, pada saya itu tidak ada perawat atau dokter. Sehingga lebih baik ditindaklanjuti di klinik yang 24 jam. “Mungkin karena gak ada rekan perawat atau dokter, jadi lebih ditindaklanjuti ke klinik terdekat yang 24 jam,” tambahnya. 

Iyus menambahkan, untuk jadwal pelayanan Puskesmas itu dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. “Jadwal pelayanan itu pukul 07.00 WIB sampai 14.00 WIB. Siap nanti IGD 24 jam, makasih atas perhatiannya,” pungkasnya. (Feri/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |