Pupuk Kujang Optimalkan Pemanfaatan Gas, Pastikan Stok Pupuk di Jawa Barat Aman

23 hours ago 13

harapanrakyat.com,- PT Pupuk Kujang memperkuat komitmen operasionalnya dalam mendukung implementasi PP No. 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional. Melalui sinergi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) dan Kementerian ESDM, anak usaha Pupuk Indonesia Grup ini, fokus pada pemanfaatan gas bumi guna menjamin keberlangsungan ketahanan pangan dan produksi pupuk nasional termasuk di Jawa Barat.

Baca Juga: Komisi B DPRD Sayangkan Alokasi Pupuk Bersubsidi di Ciamis Tahun 2026 Kurang

Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kujang, Arlyza Eka Wijayanti mengatakan, bahwa keandalan pasokan gas bumi merupakan variabel kunci dalam memenuhi kebutuhan petani.

“Stabilitas energi memungkinkan kami mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik. Ini adalah mandat untuk menjaga ketahanan pangan nasional agar kebutuhan petani di lapangan senantiasa terpenuhi,” kata Arlyza dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Akselerasi Energi Hijau Selain menjaga stabilitas produksi konvensional, Pupuk Kujang mulai merambah pengembangan industri berbasis energi bersih. Saat ini, perusahaan tengah mempercepat proyek Blue Ammonia dan menjajaki Green Ammonia sebagai pembawa hidrogen (hydrogen carrier) masa depan.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana strategis Climate Action perusahaan, yang menitikberatkan pada efisiensi energi serta pembangunan ekosistem industri hijau yang berkelanjutan.

Baca Juga: Komisi B DPRD Ciamis Minta Kios Pengecer Jual Pupuk Subsidi Sesuai HET Baru

Ketersediaan Stok Pupuk di Jawa Barat

Efisiensi manajemen energi ini berdampak positif pada ketersediaan stok di tingkat distributor dan pengecer. Per 6 Mei 2026, total stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat tercatat sebanyak 26.998 ton. Total tersebut terdiri dari 23.982 ton Urea dan 3.015,8 ton NPK.

Di wilayah Pantura sebagai sentra produksi padi, Pupuk Kujang menyiagakan 4.258 ton pupuk bersubsidi. Rinciannya meliputi Indramayu 1.516,40 ton urea. Kemudian di Subang sebanyak 1.479,9 ton urea, dan 206,45 ton NPK. Sedangkan di Karawang 794 ton urea dan 261,5 ton NPK.

Sementara itu, untuk wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, stok pupuk terpantau aman dengan total 6.204 ton urea. Pasokan tersebut tersebar di Garut (2.505 ton), Tasikmalaya (1.432,7 ton), Ciamis (438 ton), Banjar (1.487,5 ton), serta Pangandaran (340 ton).

Baca Juga: Jadi Program Prioritas Nasional, Pemkot Cimahi Pastikan Ketersediaan Pupuk Pertanian Bersubsidi Aman dan Terjangkau

Arlyza menegaskan, kepastian pasokan gas bumi memberikan jaminan, bahwa seluruh tahapan produksi hingga distribusi akan berjalan sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah. “Kami berkomitmen menjadi pilar stabilitas pangan melalui manajemen operasional yang efisien, inovatif, dan berwawasan lingkungan,” tutupnya. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |