Dinkes Sumedang Tingkatkan Edukasi Pencegahan DBD Hadapi Ancaman El Nino

3 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memperkuat upaya edukasi kepada masyarakat guna mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di tengah prediksi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, Surdi Surdiana, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terutama pada masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau yang dinilai rawan memicu peningkatan kasus DBD.

“Kita saat ini juga sedang bersiap menghadapi prediksi BMKG terkait El Nino, yang dapat menyebabkan kemarau panjang dan suhu lebih panas dari biasanya,” kata Surdi, Sabtu (9/5/2026).

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Sumedang, Petugas Sita Benda Berpotensi Jadi Senjata Tajam

Menurut Surdi, kondisi tersebut diperkirakan dapat memengaruhi peningkatan sejumlah penyakit, termasuk DBD. Ia menjelaskan, saat musim kemarau masyarakat cenderung menyimpan air dalam wadah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Namun, kebiasaan itu dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, apabila tempat penampungan air tidak dibersihkan secara rutin.

“Penyimpanan air dalam waktu lama berisiko menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. Karena itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan agar pencegahan bisa dilakukan sejak dini,” ujarnya.

Baca Juga: Pikap Bermuatan Makanan Ringan Tabrak Truk di Tol Cisumdawu Sumedang, Satu Penumpang Meninggal

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Sumedang bersama puskesmas di berbagai kecamatan, telah diminta memperkuat upaya pencegahan. Hal itu guna menekan potensi lonjakan kasus selama musim kemarau.

“Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Seperti rutin membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menjaga kebersihan diri, serta memantau kondisi kesehatan keluarga,” ucapnya.

Surdi menambahkan, kebiasaan menjaga kebersihan yang sempat diterapkan secara disiplin saat pandemi COVID-19 perlu kembali dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Polisi Gadungan di Sumedang Culik dan Peras Warga, Satu Pelaku Masih Buron

Data Dinkes Sumedang Soal Kasus DBD

Sementara itu, data Dinkes Sumedang mencatat sepanjang 2025 terdapat 1.446 kasus DBD dengan lima kasus kematian. Kasus meninggal dunia dilaporkan terjadi di wilayah kerja Puskesmas Cisempur sebanyak dua kasus, Puskesmas Ujungjaya dua kasus, dan Puskesmas Darmaraja satu kasus.

Wilayah dengan jumlah kasus tertinggi tercatat di Puskesmas Jatinangor dengan 131 kasus, disusul Puskesmas Ujungjaya 121 kasus, Puskesmas Tanjungsari 112 kasus, Puskesmas Cisempur 101 kasus, dan Puskesmas Cimalaka sebanyak 89 kasus.

Baca Juga: Pikap Bermuatan Makanan Ringan Tabrak Truk di Tol Cisumdawu Sumedang, Satu Penumpang Meninggal

Berdasarkan analisis Dinkes Sumedang, peningkatan kasus DBD tertinggi selama 2025 terjadi pada Januari dengan total mencapai 209 kasus. (Aang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |