Direktur BUMDes Diduga Menghilang, Pemdes di Kota Banjar Kaget Tiba-tiba Ada Tagihan Utang 

8 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Pemerintah Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, kaget tiba-tiba muncul tagihan dari pihak luar yang mengaku memiliki kerjasama usaha dengan Direktur BUMDes Sukamukti inisial S yang menghilang.

Baca juga: Kabulkan Tuntutan Warga, Kades Nyatakan Pemberhentian Dua Perangkat Desa Rejasari Kota Banjar

Permasalahan tersebut mencuat setelah Direktur BUMDes tersebut diduga menghilang hingga tidak dapat dihubungi. Selain itu, ia tidak masuk kantor sejak awal pekan lalu.

Kronologi Direktur BUMDes Sukamukti Menghilang

Sekretaris Desa Sukamukti, Nana Juhana, mengatakan, pemerintah desa mulanya tidak mengetahui adanya adanya kerjasama yang dilakukan oleh Direktur BUMDes dengan pelaku usaha.

Pihaknya baru mengetahui hal itu setelah adanya pelaku usaha yang datang ke kantor Desa dan mengaku memiliki kerjasama usaha terkait distribusi atau suplai barang untuk dapur MBG. “Kami mengetahui karena ada pihak yang datang mengaku memiliki kerjasama ada janji pembayaran barang yang dikirim,” kata Nana kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Lanjutnya menjelaskan, sejak Senin lalu yang bersangkutan selaku Direktur BUMDes tidak datang ke kantor dan nomor handphone-nya tidak bisa dihubungi. Pihaknya juga sudah melakukan rapat dengan jajaran BUMDes, namun tidak ada yang mengetahui keberadaan yang bersangkutan.

Pihaknya saat ini tengah mencari keberadaan yang bersangkutan melalui keluarganya dan mengkonsultasikan hal itu dengan pihak Kecamatan untuk dicarikan solusinya. “Karena ini ada pihak luar yang mengaku ada janjian untuk bayar hutang sementara kami dari desa tidak tahu menahu. Mestinya kalau BUMDes kerjasama harus ada Musdes, harus ada MOU,” jelasnya.

Lanjutnya menegaskan bahwa usaha yang dilakukan oleh Direktur BUMDes dengan mitra usaha tersebut bersifat pribadi. Ini karena kerjasama yang dilakukan tidak diputuskan melalui mekanisme rapat.

Baca juga: Misteri Hilangnya 3 Kendaraan Inventaris Desa Cicapar Ciamis, Benarkah Digadaikan?

Dari sejumlah dokumen yang dibawa oleh pihak terkait, setelah pihaknya pelajari juga tidak ada MoU atau kerjasama dengan BUMDes. Namun, hal itu lebih pada pribadi Direktur BUMDes. “Tidak ada MoU dan Musdes makanya semua pihak termasuk barusan juga yang datang ke sini bawa berkas saya baca itu pribadinya S bukan BUMDes,” ujarnya.

Penyertaan Modal BUMDes Sukamukti

Lebih lanjut terkait diduga adanya uang BUMDes yang digunakan oleh pelaku mencapai ratusan juta menurutnya hal itu perlu pendalaman lebih lanjut. Hal ini karena berdasarkan analisis data penyertaan modal dari ke BUMDes sejak awal, secara akumulasi uang BUMDes sekitar Rp 170 juta. Namun yang tersisa di rekening sekitar Rp 30 juta.

Sehingga, masih ada Rp 140 juta yang masih ditelusuri. Adapun terkait isu yang beredar nilainya mencapai Rp 600 juta ada kemungkinan itu akumulasi dari kerjasama pribadi yang dilakukan. “Tapi itu pun kita belum bisa mengklaim karena ya itu tadi kita belum ketemu deh yang bersangkutan. Siapa tahu mungkin seperti apa jadi kita belum bisa memberikan keterangan apapun terkait itu,” katanya.

Lanjutnya menambahkan, mengaku kaget dengan adanya tagihan tersebut karena selama ini BUMDes berjalan dengan baik. Bahkan, BUMDes menjadi BUMDes percontohan dan menjalin kerjasama dengan dapur MBG untuk suplai buah.

Pada bulan Maret lalu juga sudah dilaksanakan Musdes akhir tahun untuk laporan keuangan dan hasilnya laporan keuangan tersebut diterima oleh masyarakat. “Semua jalan usahanya bagus gitu kan sama sekali tidak ada indikasi terkait dengan masalah tidak ada. Saat Musdes hasilnya laporan juga diterima,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |