Dedi Mulyadi Siapkan Kompensasi Mudik Lebaran 2026 untuk Urai Kemacetan Jabar

9 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bergerak cepat mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas yang akan terjadi menjelang musim mudik Lebaran 2026 dengan memberikan kompensasi mudik. Ia secara resmi menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat untuk segera memetakan titik-titik rawan kemacetan di seluruh wilayah provinsi.

Baca juga: Hasil Operasi Jelang Ramadan di Jabar, Polisi Musnahkan Puluhan Kilogram Sabu hingga Kembalikan Kendaraan Kasus Pencurian

Langkah taktis ini diambil guna memastikan kelancaran arus kendaraan saat jutaan pemudik mulai melintasi jalur arteri Jawa Barat. Selanjutnya, Dedi Mulyadi ingin meminimalisir hambatan lalu lintas yang seringkali disebabkan oleh aktivitas pasar tumpah. Hambatan lalu lintas juga sering timbul dari operasional angkutan lokal di jalur utama.

Instruksi pemetaan tersebut mencakup identifikasi keberadaan moda transportasi lokal seperti ojek pangkalan, becak, andong, hingga angkutan kota (angkot). Jenis kendaraan ini kerap kali menumpuk di persimpangan jalan atau area pasar. Namun, area pasar menjadi simpul kemacetan parah saat volume kendaraan meningkat.

Baca juga: Dedi Mulyadi Dapat Rapor Hijau, Jaminan Sosial Warga Kurang Mampu Hingga Akses Permodalan Jadi PR

Gubernur Dedi menegaskan bahwa Dishub harus bekerja ekstra cepat dalam mengidentifikasi lokasi-lokasi krusial tersebut agar penanganan bisa dilakukan sejak dini. Data lapangan yang akurat akan sangat menentukan keberhasilan manajemen lalu lintas saat puncak arus mudik dan balik nanti.

Wilayah yang menjadi prioritas utama pengawasan meliputi jalur pantai utara dan selatan, seperti Kabupaten Garut, Subang, Indramayu, hingga Cirebon. Selain itu, kawasan wisata populer seperti Lembang di Bandung Barat juga mendapat perhatian khusus. Jalur Puncak di Bogor-Cianjur juga menjadi fokus karena lonjakan pengunjung.

Polda Jawa Barat juga telah memberikan masukan strategis terkait titik-titik rawan yang perlu diwaspadai selama operasi Ketupat 2026 berlangsung. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kepolisian diharapkan mampu menciptakan skenario lalu lintas yang lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Skema Kompensasi Cuti Dua Minggu Bagi Supir Angkot

Dedi Mulyadi menyiapkan solusi humanis dengan merencanakan pemberian uang kompensasi bagi para pelaku usaha transportasi darat tersebut. Mereka akan diminta untuk meliburkan diri atau tidak beroperasi selama dua pekan penuh. Yakni tujuh hari sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri.

Kebijakan ini bertujuan agar jalanan arteri bersih dari hambatan samping yang sering memperlambat laju kendaraan pemudik jarak jauh. Namun, pemerintah tetap menjamin hak ekonomi para pekerja transportasi agar tidak dirugikan akibat kebijakan pelarangan operasional sementara ini.

Baca juga: Menjelang Satu Tahun Memimpin, Dedi Mulyadi Ungkap Tantangan Jadi Gubernur Jawa Barat

Dedi memastikan bahwa para sopir angkot, tukang becak, dan ojek akan mendapatkan dana pengganti penghasilan selama masa libur tersebut. Istilah yang beliau gunakan adalah agar mereka tetap bisa “nyangu” atau menanak nasi di rumah. Mereka bisa berkumpul bahagia bersama keluarga tanpa pusing memikirkan setoran.

Rencana matang ini diharapkan mampu mengurai simpul kemacetan di jalur arteri sekaligus memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi para pemudik. Dengan demikian, baik pemudik maupun warga lokal dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita. Tanpa harus terjebak dalam kemacetan yang melelahkan. (Reza/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |