harapanrakyat.com,- Banyak kreator pemula hanya fokus pada masalah musik hak cipta namun sering abai terhadap aturan perilaku dasar di platform Facebook. Oleh karena itu, memahami jenis pelanggaran standar komunitas Facebook adalah kunci utama agar status halaman Anda tetap hijau. Dengan memahami hal ini, fitur monetisasi bisa berjalan lancar tanpa hambatan.
Baca juga: Monetisasi Konten Beta Facebook 2026 dengan Mudah
Facebook menggunakan sistem kecerdasan buatan atau AI yang sangat sensitif untuk memindai setiap kata, gambar, dan video yang diunggah pengguna setiap detiknya. Bahkan, sedikit saja Anda tergelincir melanggar norma sosial yang ditetapkan, akun Anda bisa langsung terkena pembatasan jangkauan. Istilah populernya adalah shadowban.
Kategori Pelanggaran Standar Komunitas Facebook yang Wajib Dihindari
Peringkat teratas yang paling sering menyebabkan akun dihapus permanen adalah ujaran kebencian atau Hate Speech terhadap kelompok tertentu. Anda dilarang keras membuat konten yang menyerang ras, agama, etnis, orientasi seksual, atau disabilitas seseorang. Terlebih lagi, tindakan ini dilakukan dengan bahasa yang merendahkan atau menghina.
Selanjutnya adalah perundungan dan pelecehan atau Bullying yang sering terjadi tanpa sadar di dalam konten komedi atau roasting. Mengejek fisik seseorang, memanggil dengan julukan buruk, atau mempermalukan individu tertentu meskipun tujuannya bercanda bisa dianggap sebagai pelanggaran serius oleh sistem.
Baca juga: Panduan Hak Cipta Facebook Agar Kreator Tidak Boncos dan Kena Pelanggaran
Konten yang mengandung unsur kekerasan grafis dan sadis juga menjadi target utama penghapusan otomatis oleh mesin penjaga Facebook. Sebagai contoh, menampilkan video kecelakaan tanpa sensor, perkelahian berdarah, atau penyiksaan hewan akan membuat video Anda diturunkan seketika. Selain itu, akun terkena poin penalti.
Aktivitas seksual dan ketelanjangan juga memiliki aturan yang sangat ketat, bahkan untuk konteks artistik atau menyusui sekalipun yang kadang masih ambigu. Oleh sebab itu, hindari pakaian yang terlalu terbuka atau pose yang sugestif. Algoritma visual Facebook cenderung main aman dengan memblokir konten yang menyerupai pornografi.
Jebakan Spam dan Umpan Interaksi (Engagement Bait)
Selain konten berbahaya, Facebook juga sangat membenci teknik manipulasi yang memaksa penonton untuk berinteraksi atau yang dikenal sebagai Engagement Bait. Hindari menulis takarir atau caption seperti “Like jika setuju”, “Share jika sayang ibu”, atau “Ketik Amin di kolom komentar” karena ini dianggap spam.
Penyebaran informasi palsu atau hoaks kesehatan dan politik juga bisa membuat kualitas halaman Anda terjun bebas ke status merah atau dibatasi. Untuk menghindarinya, pastikan setiap berita yang Anda sampaikan memiliki sumber yang valid. Jangan sampai informasi tersebut menyesatkan publik demi mengejar viralitas sesaat.
Baca juga: Fitur Lacak Pencuri Konten Facebook Lindungi Karya dari Pembajakan
Bahaya laten lainnya adalah Pretending to be someone else atau berpura-pura menjadi tokoh terkenal untuk menipu pengikut. Menggunakan foto profil dan nama artis tanpa izin untuk tujuan parodi yang tidak jelas bisa berujung pada penonaktifan akun. Hal ini terjadi karena pelanggaran identitas.
Menjaga kesehatan akun bukan hanya soal menghindari klaim musik, tetapi juga menjaga etika dan keamanan lingkungan digital bagi semua pengguna. Pelajari dan patuhi pedoman pelanggaran standar komunitas Facebook ini agar karir Anda sebagai konten kreator berumur panjang. Dengan menjalankan hal tersebut, Anda bebas dari sanksi platform. (Muhafid/R6/HR-Online)

8 hours ago
7

















































