Kisah Imam Muslim Mencium Kaki Imam Bukhari dan Mengarang Kitab Shahih

7 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Kisah Imam Muslim menjadi monumental karena kontribusinya tiada banding bagi kemajuan ilmu hadis dalam sejarah Islam. Ia meninggalkan warisan utama berupa kitab Shahih Muslim yang menjadi referensi hukum global bagi umat hingga hari ini.

Kemasyhuran beliau bermula dari langkah awal yang sederhana di kota Naisabur, sebuah pusat intelektual di Khurasan. Hal ini memicu ketertarikan untuk menelaah garis keturunan serta lingkungan keluarga yang membentuk kematangan ilmu pengetahuan sejak dini.

Kisah Imam Muslim saat Masih Muda

Imam Muslim menyandang nama lengkap Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi yang sangat dihormati. Sebutan Al-Qusyairi merujuk pada kabilah Arab asal beliau, sedangkan An-Naisaburi menunjukkan tempat tinggal kelahirannya di wilayah Persia.

Baca juga: Kisah Imam Bukhari dan Ibunya, Kekuatan Doa yang Luar Biasa

Kawasan Khurasan tempat beliau tumbuh dikenal melahirkan banyak ulama besar karena posisinya yang strategis sebagai pusat intelektual dunia. Beliau memiliki perawakan tubuh yang tegap dengan rambut serta janggut yang memutih, menambah kesan wibawa pada penampilannya.

Beliau mengenakan imamah yang ujungnya terjuntai anggun di antara kedua bahu sebagai ciri khas penampilan yang bermartabat. Oleh karena itu, masyarakat mengenal beliau sebagai sosok yang sangat tampan dan memancarkan kewibawaan ilmu yang mendalam.

Imam Muslim memulai pengembaraan ilmu pada usia dua belas atau empat belas tahun di bawah bimbingan Imam Ad-Dakhili. Beliau selanjutnya memperdalam pemahaman agama kepada Yahya bin Yahya At-Tamimi, seorang ulama besar di kota kelahirannya sendiri.

Baca juga: Kisah Sayyidina Husein, Cucu Nabi yang Dipenggal

Kecerdasan yang luar biasa membantu beliau memahami seluk-beluk periwayatan hadis yang rumit sejak usia masih sangat muda. Beliau melakukan perjalanan ilmiah yang luas ke berbagai pusat peradaban Islam seperti Hijaz, Irak, Suriah, hingga Mesir.

Pengembaraan ini bertujuan untuk mengumpulkan serta memverifikasi keaslian ribuan riwayat hadis langsung dari para ahli yang terpercaya. Semangat belajar yang tinggi mendorong beliau untuk terus melintasi berbagai wilayah demi mendapatkan sanad yang paling akurat.

Beliau menimba ilmu dari para pakar hadis kenamaan seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Yahya bin Ma’in di Baghdad. Selanjutnya, beliau memperdalam analisis sanad yang tajam bersama Ishaq bin Rahawaih untuk membedakan hadis sahih dan palsu.

Kedekatan Emosional dengan Imam Bukhari

Ia menjalin hubungan sangat erat dengan Imam Bukhari yang beliau juluki sebagai dokter dalam penyakit ilmu hadis. Suatu ketika, Imam Muslim pernah meminta izin untuk mencium kaki Imam Bukhari sebagai tanda penghormatan tertinggi seorang murid.

Imam Muslim menunjukkan integritas moral yang tinggi saat membela Imam Bukhari dalam menghadapi fitnah keji dari pihak lain. Sikap loyal ini membuat beliau harus berpisah dengan gurunya yang lain, Imam Az-Zihli, demi mempertahankan prinsip kebenaran ajaran Islam.

Beliau menyusun kitab Shahih Muslim selama lima belas tahun melalui proses seleksi yang sangat ketat dan penuh kehati-hatian. Beliau menyaring sekitar 300.000 hadis yang didengar langsung untuk mendapatkan riwayat paling sahih yang bebas dari cacat.

Fokus utama beliau adalah menjaga kemurnian sabda Nabi melalui standar akurasi yang sangat tinggi dan tidak bisa ditawar. Beliau menerapkan metodologi disiplin dengan membedakan istilah penerimaan riwayat secara mendetail seperti kata haddasana dan akhbarana.

Selain sebagai ulama, Imam Muslim menekuni profesi sebagai pedagang pakaian yang sukses di pusat perdagangan Khan Mahmasy. Beliau memiliki reputasi sebagai sosok yang sangat dermawan serta memiliki sifat wara dalam menjaga kehormatan diri dari syubhat.

Baca juga: Kisah Pohon Kurma Berteriak Dekat Rasul Karena Merasa Rindu

Ajal menjemput beliau pada tahun 261 Hijriah saat beliau memasuki usia lima puluh lima tahun di Naisabur. Sebuah peristiwa unik menandai wafat beliau saat terlalu tenggelam dalam riset hadis sambil memakan satu wadah kurma.

Kisah Imam Muslim memberikan teladan nyata tentang dedikasi total manusia terhadap pelestarian tradisi suci Rasulullah SAW. Karya fenomenal beliau akan terus menyinari jalan ilmu bagi seluruh generasi Muslim dalam memahami ajaran agama yang murni. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |