harapanrakyat.com,- Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis (19/02/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan pada bangunan milik warga. Selain itu, fasilitas umum juga terdampak.
Baca juga: Taiwan Jadi Negara Tujuan Favorit, PMI Asal Pangandaran Mayoritas Perempuan
Berdasarkan data dari Tagana Pangandaran, titik utama kejadian berada di Jalur Jalan Raya Pangandaran, tepatnya di Dusun Empangsari, Desa Kalipucang. Angin kencang menyebabkan bagian atap bangunan yang menggunakan material spandek dan asbes mengalami kerusakan cukup serius. Akibatnya, atap pada beberapa bangunan ambruk.
Hujan Lebat Terjang Kalipucang
Anggota Tagana Kabupaten Pangandaran, Bambang S, melaporkan bahwa setidaknya terdapat dua Kepala Keluarga (KK) dengan total enam jiwa yang terdampak langsung oleh bencana ini. Selain kerusakan pada bagian atap rumah warga, dua unit papan reklame atau plang berukuran besar di area tersebut juga dilaporkan roboh. Papan tersebut ambruk akibat hantaman angin.
“Hujan turun sangat lebat dan tiba-tiba disertai angin kencang. Akibatnya, dua unit emperan berbahan spandek roboh dan beberapa bagian atap asbes milik warga terbawa angin,” ujar Bambang dalam keterangannya, Kamis (19/02/2026).
Meskipun kerusakan material cukup terlihat, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Warga yang terdampak juga dilaporkan masih bertahan di kediaman masing-masing dan tidak ada yang mengungsi ke lokasi darurat.
Baca juga: Resahkan Warga dan Jamaah Masjid, Limbah Dapur SPPG Cimerak Pangandaran Diduga Cemari Sumber Air
Sesaat setelah kejadian, personil Tagana bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kalipucang, pemerintah desa, dan masyarakat setempat langsung melakukan upaya gotong royong. Petugas dan warga bahu-membahu membersihkan puing-puing material sisa bangunan agar tidak membahayakan pengguna jalan. Selain itu, tindakan ini juga mencegah risiko bagi penghuni rumah.
Hingga saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh warga terdampak adalah bantuan terpal. Setidaknya dibutuhkan tiga buah terpal untuk menutup sementara bagian atap bangunan yang terbuka. Hal ini agar sisa perabotan di dalamnya tidak rusak jika hujan kembali turun. (Mad/R6/HR-Online)

8 hours ago
7

















































