Film Waru Tayang 12 Februari 2026, Teror Pohon Mistis Kembali Bangkit

18 hours ago 9

Film Waru hadir sebagai salah satu tontonan horor Indonesia yang paling dinanti pada Februari 2026. Film horor ini mengangkat mitos lokal tentang pohon Waru yang konon menyimpan energi gelap. Cerita tersebut telah lama hidup dalam kepercayaan masyarakat Jawa. Pendekatan budaya dan spiritual membuat kisahnya terasa dekat sekaligus mengganggu.

Baca Juga: Monster Pabrik Rambut Siap Tayang, Ada Iqbal Ramadhan

Satu lagi film Indonesia yang siap tayang di bulan ini menambah deretan horor berbasis kearifan lokal. Film ini akan tayang pada 12 Februari 2026 besok. Deretan pemain lintas generasi turut memperkuat cerita. Unsur mitologi menjadi napas utama sejak awal kisah diperkenalkan.

Film Waru Angkat Mitos Pohon Waru yang Mengakar di Masyarakat

Kepercayaan lama menyebutkan tidak semua pohon hanya tercipta untuk memberi keteduhan. Pasalnya, konon katanya sebagian pohon bisa menjadi tempat bersemayam energi tak kasat mata. Pohon Waru termasuk yang paling sering dikaitkan dengan peristiwa mistis. Cerita tentang orang hilang dan kerasukan kerap menyertainya.

Nah, film Waru menggali mitos tersebut secara mendalam dan kontekstual. Cerita tidak berdiri sebagai dongeng kosong, tetapi bersumber dari kisah yang menjadi kepercayaan turun-temurun. Larangan melintas saat magrib menjadi detail penting dalam cerita. Semua rangkaian dalam film menggunakan pendekatan dramatis dan emosional.

Sutradara Chiska Doppert pernah menjelaskan alasan mitos ini terasa kuat. “Waru itu punya kanopi sangat lebar, membuat area di bawahnya gelap, sejuk, dan lembap,” ujarnya di Jakarta, 6 Februari 2026. Menurutnya, kondisi itu sering diasosiasikan sebagai tempat nyaman bagi makhluk astral.

Sinopsis

Film ini berfokus pada sosok Lydia yang kerap mengalami kerasukan. Kondisi tersebut membuatnya terpasung demi keselamatan keluarga. Sebelum meninggal, Lydia menyampaikan pesan terakhir yang banyak orang menganggapnya itu omong kosong. Siapa sangka permintaan itu justru menjadi awal teror yang nyata.

Baca Juga: Film Kuyank, Prekuel Saranjana yang Mengungkap Asal-Usul Teror

Kejadian aneh mulai meneror Nadine, anak Lydia, setelah kematian sang ibu. Bersama beberapa temannya, ia merasakan gangguan yang semakin intens. Rasa bersalah mendorong mereka kembali ke kampung halaman lama. Sebuah rumah tua di tengah hutan menjadi tujuan utamanya.

Di lokasi itu, teror juga berkembang menjadi lebih mengerikan. Sosok nenek gaib kerap muncul dan mengintai. Kemudian, perlahan terungkap bahwa entitas tersebut adalah perwujudan Iblis Waru. Tujuannya satu, yaitu menggagalkan upaya pemusnahan pohon terkutuk.

Pesugihan dan Rahasia Keluarga

Film Waru tidak hanya mengandalkan jumpscare semata, lho. Karena, cerita berkembang melalui konflik batin dan rahasia masa lalu. Penemuan surat beraksara Jawa kuno juga menjadi titik balik cerita. Tampaknya, surat itu berisi perjanjian pesugihan yang mengerikan.

Terungkap bahwa Lydia pernah mengikat perjanjian dengan Iblis Waru. Ya, Lidya menukar kemakmuran keluarga dengan tumbal kepala manusia setiap tahun. Fakta ini kian mengguncang semua karakter yang terlibat. Bagaimana tidak, dosa lama ternyata menuntut balasan yang tak terelakkan.

Kedatangan Reza dan Sarah juga memperdalam konflik emosional. Alasan di balik perjanjian itu terungkap berkaitan dengan tekanan hidup dan perceraian. Kini, mereka harus membayar mahal pilihan kelam di masa lalu. Waktunya juga semakin sempit sebelum tumbal berikutnya diminta.

Sutradara dan Pemain

Penggarapan film Waru menggunakan pendekatan horor mitologis yang serius. Chiska Doppert menekankan atmosfer dan emosi ketimbang efek berlebihan. Ia menyebut horor harus terasa dekat dengan realitas penonton. “Cerita ini tentang manusia dan warisan gelap,” katanya.

Deretan pemain lintas generasi juga turut memperkuat dinamika cerita. Bella Graceva, Zikri Daulay, Jinan Safa, Josiah Hogan, Sharifah Husna, Dewi Amanda, dan Sean Mikhail tampil dengan karakter kompleks. Yati Surachman memegang sosok paling krusial. Karena, ia memerankan Iblis Waru dengan pendekatan sunyi namun mengancam.

Proses syuting film ini berlangsung di berbagai lokasi dengan suasana mistis untuk memperkuat atmosfer cerita. Tim produksi memilih tempat seperti Bogor, Sukabumi, Solo, dan lereng Gunung Lawu. Pemilihan lokasi bertujuan agar adegan horor terasa lebih autentik. Setiap lokasi memberikan nuansa berbeda yang mendukung ketegangan cerita.

Jadwal Tayang dan Daya Tarik Penonton

Sebagaimana informasi yang beredar, film horor ini akan tayang serentak pada 12 Februari 2026. Tanggal tersebut menjadi pilihan demi menjangkau penonton awal tahun. Trailer yang rilis menampilkan teror perlahan. Nuansa gelap lebih dominan daripada adegan kejut.

Baca Juga: Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa Siap Tayang 2026, Comeback Luna Maya Paling Dinanti

Film Waru menargetkan penonton yang menyukai horor berlapis makna. Drama keluarga dan konflik batin menjadi pondasi utama cerita. Unsur budaya Jawa memperkaya pengalaman menonton. Kedatangan Reza (Josiah Hogan) dan Sarah (Syarifah Husna) semakin menambah ketegangan cerita film Waru. Terungkap bahwa perjanjian dibuat demi kesejahteraan keluarga pasca perceraian. Satu-satunya cara menghadapi situasi ini adalah menghancurkan pohon terkutuk. Pohon itu memiliki kekuatan gaib yang menjadi sasaran iblis Waru sebelum menagih tumbal berikutnya. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |