Teleskop Hubble Ungkap Detail Nebula Telur, Fase Kematian Bintang

12 hours ago 8

Belum lama ini, teleskop Hubble berhasil menangkap detail Nebula Telur. Penemuan emas ini memberikan pandangan jelas soal objek yang berjarak sekitar 3.000 tahun cahaya dari Bumi tersebut. Nebula sendiri adalah objek astronomi yang berasal dari lapisan gas dan debu padat yang berlangsung menyelimuti bintang di bagian pusatnya. Berikut informasi menarik soal potret Nebula Telur dari teleskop Hubble.

Baca Juga: Detail Nebula Helix NGC 7293 dan Proses Kematian Bintang  

Mengungkap Fenomena Detail Nebula Telur

Teleskop luar angkasa Hubble kembali menorehkan prestasi baru dalam dunia astronomi. Teknologi canggih ini berhasil memukau dunia dengan jepretan Nebula Telur. Objek kosmik tersebut tampak menampilkan detail mengejutkan dari bintang yang tengah berada dalam fase sekarat. Citra ini memberikan pandangan yang begitu jelas dan tidak pernah didapatkan oleh para astronom. 

Struktur Nebula Telur

Nebula Telur merupakan contoh dari nebula pra-planet, yakni sebuah tahap singkat dalam proses evolusi bintang. Fase ini menjadi tanda berakhirnya kehidupan bintang yang massanya mirip seperti Matahari, sebelum akhirnya bertransormasi menjadi nebula planet. Dalam tahapan tersebut, bintang mulai kehilangan lapisan terluarnya secara perlahan. Kemudian, menciptakan struktur gas dan debu spektakuler di area sekitarnya. 

Kini, teleskop Hubble berhasil mengabadikan detail struktur dari Nebula Telur secara kompleks. Detail struktur ini termasuk cangkang gas berikut dengan debu yang terlontar dari bintang pusatnya. Pencitraan tersebut memberikan dukungan lebih bagi para peneliti untuk memahami soal bagaimana bintang melepaskan materialnya ketika mendekati fase akhir kehidupan. Lewat pengamatan ini, proses pembentukan nebula bisa dipelajari dengan lebih dalam dan detail. 

Ciri Khas Nebula Telur

Berdasarkan pengamatan para peneliti, detail Nebula Telur memiliki ciri khas bentuk bipolar yang simetris. Bentuknya ini berasal dari interaksi antara gas dan debu yang berlangsung mengelilingi bintang pusatnya.Interaksi menciptakan pola pancaran cahaya dan struktur yang begitu unik. Hal tersebut menjadikannya sebagai salah satu objek menarik untuk diteliti dalam ilmu astronomi. 

Sebagai informasi, Nebula Telur berjarak sekitar 3.000 tahun cahaya dari Bumi. Objek kosmik ini mendapatkan namanya berkat lapisan gas dan debu padat yang tampak menutupi bintang pusatnya. Citra terbaru yang diamati pada Rabu, 11 Februari 2026 memperlihatkan empat berkas cahaya bintang. Di mana, cahaya bintang tampak lolos dari cangkang gas dan debu dari Nebula Telur. 

Baca Juga: Mengejutkan, Bintang Tua Hamburger Gomez Ternyata Cikal Bakal Planet Baru

Pancaran Cahaya Nebula Telur

Hasil pantauan Mureks dari Nebula Telur memperlihatkan kedua sisi awan dengan bentuk cakram. Objek tersebut menampilkan aliran keluar hidrogen molekul yang panas dan bisa bergerak dengan cepat. Sementara sorotan orange dalam citra mengindikasikan bahwa cahaya inframerah memancar dari nebula.

Berkas cahaya bintang tampak memancar dari pusatnya. Kemudian, cahaya ini menerangi cintin-cincin gas konsentris di area sekelilingnya. Pola beriak yang tampak pada gas tersebut menandakan bahwa struktur nebula terbentuk dari semburan berturut-turut yang bersumber dari bintang pusatnya. Pola cincin terbentuk akibat bintang menyemburkan materi sedikit demi sedikit, berlangsung setiap beberapa ratus tahun. 

Peran Penting Pengamatan

Sebagai informasi, detail Nebula Telur berada di rasi Cygnus. Objek kosmik ini pertama kali ditemukan sekitar tahun 1975. Nebula Telur tersebut masuk dalam kategori nebula preplanetari, yakni fase peralihan sebelum terbentuknya nebula planetari. Tahapan tersebut cukup langka, sebab hanya berlangsung selama beberapa ribu tahun dalam skala waktu kosmik. 

Belum lagi, cahaya yang relatif redup menjadikan nebula ini sulit untuk diamati. Para astronom sendiri memanfaatkan perbandingan antara gambar terbaru dengan hasil foto dari teleskop Hubble sebelumnya. Perbandingan ini berlangsung untuk meneliti perubahan yang terjadi. Lewat pengamatan tersebut, ilmuwan bisa memahami proses evolusi bintang yang sedang berlangsung di dalamnya. 

Data visual yang terkumpul bisa membantu menjelaskan bagaimana materi bintang bisa tersebar ke luar angkasa. Sementara bagi masyarakat umum, potret Nebula Telur tidak hanya bernilai ilmiah. Tapi juga menampilkan keindahan dari alam semesta yang begitu menakjubkan. 

Baca Juga: Bintang Muda Fomalhaut, Bintang Paling Terang yang Kesepian

Secara keseluruhan, citra terbaru dari teleskop Hubble terhadap detail Nebula Telur memberikan gambaran langka soal masa depan Matahari miliaran tahun yang akan datang. Hasil analisis terhadap detail Nebula Telur bisa dijadikan sebagai acuan untuk melakukan penelitian lanjutan. Di mana, hasil penelitian bisa menambah wawasan baru bagi dunia astronomi. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |