Jembatan Kayu Sapi Pamarican Terputus, Akses Ekonomi Pertanian Dua Desa di Ciamis Lumpuh

18 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Jembatan penghubung vital yang dikenal sebagai Jembatan Kayu Sapi di Dusun Sukamaju, Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, terputus total. Kondisi ini, pada Rabu (11/02), mulai menimbulkan dampak serius terhadap aktivitas dan akses ekonomi pertanian warga.

Jembatan yang menyeberangi Sungai Ciseel dan menghubungkan Desa Sukajaya dengan Desa Bantarsari tersebut kini tidak dapat dilalui. Hal ini terjadi setelah tersapu derasnya arus sungai.

Baca juga: Tanggul Sungai Citalahab Ciamis Kembali Jebol, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan

Putusnya jembatan gantung tersebut otomatis memutus urat nadi perekonomian bagi warga kedua desa. Jembatan yang berlokasi di Blok Kayu Sapi RT 23 RW 07 ini merupakan jalur tercepat bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas harian. Khususnya, jalur ini penting yang berkaitan dengan akses ekonomi pertanian.

Jembatan Kayu Sapi Putus Ganggu Ekonomi Warga

Kepala Dusun Sukamaju, Sela Nurhayati, membenarkan bahwa insiden ini telah memutus urat nadi perekonomian warga. Warga yang hendak bepergian kini terpaksa memutar arah dengan jarak tempuh yang jauh lebih lama.

“Jembatan ini adalah akses terdekat yang menghubungkan Desa Sukajaya dengan Desa Bantarsari. Karena putus, untuk sementara aktivitas warga dialihkan ke jembatan yang ada di Dusun Kedung Bangkong. Meskipun jaraknya memang cukup jauh,” kata Sela.

Sela menambahkan, pihaknya telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait agar sarana infrastruktur tersebut bisa segera mendapatkan penanganan.

Baca juga: Akses Jalan Pamarican-Langkaplancar Lumpuh Total Akibat Tebing Longsor di Sidamulih Ciamis

Senada dengan Kepala Dusun, Sahdi, salah seorang warga setempat, mengaku sangat prihatin dengan kondisi ini. Menurutnya, jembatan gantung tersebut merupakan jalur utama bagi para petani untuk mengangkut hasil bumi.

“Ini satu-satunya akses paling dekat kalau warga mau ke sawah atau berkebun. Jembatan ini benar-benar menjadi urat nadi bagi para petani di sini,” keluhnya.

Ia pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan permanen. Dengan demikian, mobilitas warga kembali normal dan akses ekonomi pertanian tidak terhambat. “Kami mohon dengan sangat kepada pemerintah daerah agar jembatan ini segera diperbaiki. Kasihan warga dan petani, aksesnya jadi terhambat,” pungkas Sahdi. (Suherman/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |