Memahami Tanda Kedatangan Dajjal dan Persiapan Iman Menjelang Akhir Zaman

17 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Kemunculan Al-Masih Dajjal merupakan fitnah terbesar sepanjang sejarah yang pasti diiringi berbagai tanda kedatangan Dajjal yang nyata. Pemahaman ajaran Islam terhadap sinyal zaman ini membentengi setiap individu agar tidak terjebak ke dalam kesesatan yang mematikan.

Dalam tulisan ini merangkum urgensi kewaspadaan terhadap nubuat Nabi Muhammad SAW melalui tinjauan hadis shahih yang akurat. Penjelasan para ulama terkemuka menjadi landasan utama dalam memetakan rangkaian peristiwa akhir zaman secara komprehensif.

Krisis Alam Ekstrem sebagai Tanda Kedatangan Dajjal

Krisis pangan dan kekeringan ekstrem mengawali rangkaian fenomena alam yang mencekam sebelum kemunculan sosok penyesat tersebut. Allah menguji ketahanan manusia melalui penahanan sumber kehidupan air hujan secara bertahap selama tiga tahun berturut-turut.

Baca juga: Kisah Tamim bin Aus yang Pernah Bertemu dengan Dajjal

Pada tahun pertama, langit diperintahkan untuk menahan sepertiga curah hujan yang biasa turun membasahi bumi. Sejalan dengan itu, bumi juga diperintahkan untuk menahan sepertiga hasil tanamannya dari tumbuh subur.

Kondisi semakin parah pada tahun kedua ketika langit menahan dua pertiga air hujan bagi penduduk bumi. Tanaman dan pepohonan mulai mati kekeringan sehingga stok makanan pokok manusia menipis secara drastis.

Puncaknya terjadi pada tahun ketiga, di mana langit sama sekali tidak menurunkan hujan setetes pun ke dunia. Dampak penahanan total ini memicu kegagalan panen menyeluruh sehingga bumi menjadi tandus dan gersang layaknya tembaga.

Kekeringan panjang tersebut memicu kematian massal pada hampir seluruh hewan ternak yang memiliki kuku belah. Manusia akan mengalami kelaparan hebat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban bumi sejak masa Nabi Adam.

Kaum mukmin sejati akan bertahan hidup dengan mengandalkan tahlil, takbir, dan tahmid sebagai sumber energi pengganti makanan. Kekuatan spiritual ini mencukupi kebutuhan hamba Allah yang bertakwa sebagaimana fungsi makanan normal pada situasi biasa.

Baca juga: Doa Tahiyat Akhir Lengkap dengan Arti, Faedah, dan Bacaan Setelahnya

Selain bencana kekeringan, tanda alam spesifik lainnya adalah menyusutnya volume air di Danau Thabariyyah secara signifikan. Mata air Zughar juga akan berhenti mengalirkan air untuk irigasi ladang penduduk di sekitarnya.

Pohon-pohon kurma di wilayah Baisan, Palestina, juga akan berhenti berbuah sebagai sinyal alam yang sangat spesifik. Semua fenomena ini menjadi lonceng peringatan bahwa sosok pendusta besar itu sudah berada di ambang pintu keluar.

Ciri Fisik, Lokasi Muncul, dan Tipu Daya Mematikan

Sosok penyesat ini memiliki ciri fisik pria pendek dengan rambut keriting yang sangat lebat dan kaku. Mata kanannya buta dan menonjol keluar layaknya buah anggur yang mengapung di permukaan air.

Di antara kedua matanya tertera tulisan huruf kaf-fa-ra atau kafir yang sangat jelas terlihat. Tulisan ini hanya dapat terbaca oleh orang beriman, baik yang bisa membaca maupun yang buta huruf sekalipun.

Baca juga: Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman yang Menghancurkan

Ia akan muncul pertama kali dari arah timur, tepatnya di jalan sunyi antara daerah Syam dan Irak. Namun, riwayat lain menyebutkan ia keluar dari wilayah Khurasan dan melewati Isfahan dengan diikuti ribuan tentara.

Ia datang membawa pasukan pengikut sebanyak tujuh puluh ribu orang Yahudi yang mengenakan jubah tebal berwarna hijau. Mereka menjadi pendukung setia yang siap membenarkan segala kebohongan yang diucapkan oleh pemimpin mereka.

Dajjal membawa fitnah besar berupa kemampuan memanipulasi pandangan mata manusia dengan membawa dua hal yang kontradiktif. Ia seolah-olah membawa air sungai yang sejuk dan api neraka yang menyala-nyala di kedua tangannya.

Namun Nabi mengingatkan bahwa apa yang terlihat sebagai api sebenarnya adalah air tawar yang sejuk dan segar. Sebaliknya, apa yang terlihat sebagai air dingin hakikatnya adalah api yang membakar siapa saja yang meminumnya.

Ia juga mampu memerintahkan langit untuk menurunkan hujan deras bagi kaum yang mau beriman kepadanya. Seketika itu juga, ternak mereka akan menjadi gemuk dan ladang mereka subur makmur penuh hasil panen.

Sebaliknya, bagi kaum yang menolak kenabiannya, ia akan membuat negeri mereka paceklik dan hewan ternak mati mendadak. Ujian logistik ini akan menggoyahkan iman banyak manusia yang lemah tauhidnya karena takut mati kelaparan.

Durasi Tinggal di Bumi dan Benteng Perlindungan

Dajjal akan tinggal di bumi selama empat puluh hari untuk mengelilingi seluruh penjuru negeri tanpa terkecuali. Namun, panjang hari-hari tersebut tidaklah sama seperti hari normal yang kita rasakan saat ini.

Hari pertama rasanya sangat panjang seperti setahun, dan hari kedua rasanya seperti sebulan penuh. Hari ketiga rasanya seperti seminggu, sedangkan sisa hari-hari berikutnya berjalan normal seperti hari biasa kita.

Kecepatannya dalam menjelajahi bumi digambarkan seperti hujan badai yang didorong oleh angin kencang yang sangat kuat. Tidak ada satu negeri pun yang luput dari kedatangannya kecuali dua kota suci, Mekkah dan Madinah.

Baca juga: Macam-Macam Fitnah Akhir Zaman yang Muslim Wajib Tahu

Di setiap jalan masuk menuju dua kota tersebut, para malaikat berdiri kokoh dengan pedang terhunus siap menghalau. Dajjal akan berhenti di tanah gersang luar Madinah, lalu gempa bumi akan mengeluarkan orang munafik dari dalam kota.

Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahfi sebagai tameng pelindung. Barangsiapa yang membacanya saat berhadapan dengan Dajjal, niscaya ia akan terpelihara dari fitnah sihirnya yang memukau.

Pemahaman menyeluruh terhadap ciri fisik dan fenomena alam ini berfungsi memperkokoh fondasi iman di akhir zaman. Setiap muslim wajib memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah dan tanda kedatangan Dajjal melalui doa di akhir tasyahud. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |