Batas Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan, Panduan Lengkap Bacaan hingga Keutamaannya

13 hours ago 7

Batas waktu membaca niat puasa Ramadhan menjadi hal yang penting untuk umat Muslim pahami. Pasalnya, membaca niat merupakan salah satu rukun puasa Ramadhan dengan batas waktu khusus. Tanpanya, aktivitas berpuasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari bisa tidak bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Baca Juga: Hikmah Puasa Rajab sebagai Bekal Ramadhan bagi Umat Islam

Dengan kata lain, di balik semangat menahan diri atas makan maupun minum, ada hal mendasar yang tidak boleh terabaikan. Khususnya memastikan niat puasa dilakukan secara benar serta tepat waktu. Sehingga harapannya ibadah di bulan suci Ramadhan lebih sah dan berjalan sesuai tuntunan syariat agama Islam.

Inilah Batas Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan yang Jarang Diketahui

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, ampunan sekaligus rahmat. Setiap muslim berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadahnya. Mulai dari berpuasa sebulan penuh, menjalankan shalat wajib dan sunnah, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah.

Puasa Ramadhan sendiri merupakan keharusan bagi setiap muslim yang telah baligh, berakal dan mampu menjalankannya. Ibadah ini tidak hanya melatih diri untuk menahan lapar atau haus saja. Lebih dari itu, ibadahnya juga mendidik jiwa agar lebih sabar, ikhlas, serta bertakwa kepada Allah SWT.

Karena termasuk ibadah wajib, setiap rukun maupun syaratnya harus terpenuhi dengan baik, termasuk niat. Sebelum berpuasa, kita perlu membaca niat. Pada dasarnya, batas waktu membaca niat puasa Ramadhan yakni sebelum terbit fajar atau juga sebelum tibanya waktu Subuh. Ketentuan ini mengacu sabda Rasulullah SAW.

Sabda Rasulullah tersebut kemudian berkembang dalam penjelasan-penjelasan sejumlah hadits. Semuanya kompak menjelaskan bahwa siapa saja yang belum menetapkan niat sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya. Merujuk hadits di atas, empat mazhab fikih, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hanbali, sepakat niat merupakan syarat sah puasa wajib.

Baca Juga: Puasa Nabi Sulaiman, Penuh Makna Mendalam

Mayoritas ulama, khususnya dalam mazhab Syafi’i, menegaskan niat harus mulai pada malam hari. Terhitung sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar. Artinya, rentang waktu berniat meliputi setelah masuk waktu Maghrib dan berakhir saat azan Subuh berkumandang.

Anjuran untuk berniat di malam hari bertujuan agar seorang muslim benar-benar mempersiapkan ibadahnya dengan kesadaran penuh. Niat tidak harus kita lafalkan dengan suara keras. Bisa sepelan berdoa atau membatinnya dengan sungguh-sungguh. Mengingat pada dasarnya niat adalah amalan hati.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

Setelah memahami batas waktu membaca, hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui bacaan niat puasa Ramadhan itu sendiri. Sebab, niat bukan sekedar formalitas setiap malam atau saat sahur. Melainkan pernyataan tekad dan kesadaran seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Berikut bacaan dan artinya.

Bacaan niat puasa Ramadhan merupakan ungkapan kesiapan untuk menunaikan kewajiban di bulan suci. Di dalamnya terkandung penegasan bahwa puasa yang kita lakukan adalah puasa fardhu. Berlangsung pada bulan Ramadhan serta umat Muslim niatkan semata-mata karena Allah Ta’ala.

Keutamaan Membaca Niat Puasa

Dengan memahami susunan dan maknanya, seorang muslim tidak hanya menghafal lafalnya. Namun juga meresapi tujuan ibadah yang akan berlangsung esok hari. Dimana esok hari kita akan menahan diri dari makan, minum dan segala hal yang membatalkan ibadah. Kesadaran ini membantu mempersiapkan mental maupun spiritual, sehingga puasa tidak berjalan secara setengah hati.

Tak hanya itu, memahami bacaan niat puasa Ramadhan dapat meningkatkan kualitas ibadah. Ketika seseorang benar-benar menyadari bahwa ia berpuasa untuk menunaikan kewajiban dan mencari ridha Allah, maka akan lebih berhati-hati. Baik itu dalam menjaga sikap, perkataan atau perbuatannya.

Jadi selain memastikan batas waktu membaca niat puasa Ramadhan tidak terlewat, penting juga melafalkannya dengan penuh penghayatan. Berkat niat yang benar dan tepat waktu, ibadah puasa akan terasa lebih ringan serta terarah. InsyaAllah diterima oleh Allah SWT sebagai amal yang bernilai pahala besar.

Hukum Jika Lupa Baca Niat Puasa di Malam Hari

Tak jarang seorang lupa lafaz niat puasa, pada malam hari atau saat sahur. Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran. Terutama bagi mereka yang mengikuti pendapat bahwa niat harus berlangsung sebelum fajar. Dalam mazhab Hanafi, niat puasa Ramadhan dapat kita lakukan hingga tengah hari di keesokan harinya.

Maka, batas waktu berniat yakni ketika matahari hendak tergelincir atau kira-kira pukul 11.00 waktu setempat. Selama orang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Namun demikian, bagi yang mengikuti mazhab lain, puasa wajib seperti Ramadhan tetap harus niat sebelum terbit fajar. Jika lupa dan baru ingat setelah Subuh, maka puasanya bisa jadi tidak sah. Artinya wajib mengganti di hari lain.

Baca Juga: Hadits Makan Kurma Ketika Berbuka Puasa, Inilah Anjuran Rasulullah

Memahami batas waktu membaca niat puasa Ramadhan adalah hal wajib. Meski ada perbedaan terkait batas waktu di kalangan mazhab, kehati-hatian dengan membaca niat puasa Ramadhan lebih awal tentu sangat aman. Dengan menghadirkan niat tulus dan tepat waktu, puasa Ramadhan tidak hanya menjadi kewajiban semata. Tetapi juga ibadah yang penuh makna sekaligus membawa keberkahan dalam kehidupan. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |