Fitur Lacak Pencuri Konten Facebook Lindungi Karya dari Pembajakan

12 hours ago 7

Meta secara resmi meluncurkan fitur lacak pencuri konten Facebook untuk melindungi karya dari pembajakan. Fitur Content Protection ini memungkinkan kreator untuk melacak dan mengelola video mereka yang terunggah tanpa izin. Keberadaan fitur tersebut memberikan kendali yang lebih besar bagi para kreator untuk memantau penyebaran konten video di Facebook.

Baca Juga: Monetisasi Konten Beta Facebook 2026 dengan Mudah

Mengenal Fitur Lacak Pencuri Konten Facebook Berikut Opsi Tindakannya

Meta menghadirkan fitur Content Protection sebagai respon atas keluhan kreator. Di mana, mereka sering menemukan bahwa video hasil karyanya banyak di-repost akun lain tanpa adanya persetujuan. Lewat sistem pemindaian otomatis, fitur akan mendeteksi video serupa atau sebagian konten yang terunggah pada akun lain. Kemudian menampilkan di bagian dashboard khusus untuk segera ditindaklanjuti oleh pemilik konten. 

Cara Kerja Fitur Pelacakan Konten

Fitur lacak pencuri konten bekerja dengan cara memindai video original dari kreator Facebook. Secara otomatis, sistem akan mendeteksi keberadaan video yang serupa, baik seluruhnya maupun sebagian. Dalam hal ini, sistem akan memindai video yang diunggah di platform Facebook maupun Instagram. 

Jika terdeteksi, nama akun pengunggah akan muncul di bagian dashboard khusus. Informasi ini bisa diakses oleh kreator asli. Setelah video repost sudah terdeteksi, detailnya akan ditampilkan di bagian dashboard. Kemudian, kreator memiliki beberapa opsi untuk menindaklanjuti unggahan tersebut. 

Fitur Content Protection menawarkan tiga pilihan penanganan. Setiap penanganan bisa disesuaikan oleh kebutuhan masing-masing kreator. Berikut pilihan tindakan yang tersedia. 

1. Track

Opsi track memungkinkan kreator untuk melacak video asli hasil buatan mereka yang terunggah di akun lain. Dalam hal ini, fitur lacak pencuri konten Facebook akan menambahkan label atribusi khusus pada video repost. Kemudian dengan tautan menuju akun maupun video asli dari kreator. 

Melalui tindakan ini, penonton bisa mengetahui bahwa video yang mereka tonton merupakan bentuk repost. Kemudian, mereka bisa diarahkan ke akun pembuat konten asli. Lewat opsi tersebut, kreator juga bisa memantau informasi tambahan terkait performa video repost, termasuk jumlah tayangan yang didapatkan. 

Secara keseluruhan, opsi track memberikan insight yang sangat berharga bagi para kreator. Terlebih untuk memahami bagaimana konten asli mereka disebarluaskan oleh akun lain. 

Baca Juga: Jangan Sampai Kena Pembatasan Akun Meta, Ini 5 Kesalahan Fatal Konten Kreator Pemula di Facebook Pro

2. Block

Opsi block berguna untuk memblokir akses atas video tayangan repost. Meta menjelaskan bahwa pilihan pemblokiran ini tidak akan memberikan penalti ataupun dampak tertentu pada akun yang mengunggah ulang video. Pengaruh tindakan hanya terbatas pada akses tayangan. Dengan demikian, video repost tidak akan terlihat oleh pengguna Facebook lain maupun Instagram. 

3. Release

Fitur lacak pencuri konten Facebook memperkenalkan opsi release, memungkinkan para kreator video untuk melepas pantauan terhadap unggahan tertentu. Tindakan ini berguna ketika kreator memilih untuk tidak mengambil langkah apapun terhadap video repost. Dengan mengaktifkan opsi ini, sistem tidak akan menindaklanjuti laporan atau klaim terkait video repost, sehingga kreator bisa fokus pada konten lain yang lebih prioritas.

Meta Perkuat Moderasi Konten Lewat Fitur Content Protection

Dari fitur lacak pencuri konten di Facebook menunjukkan bahwa Meta semakin aktif mengembangkan kebijakan moderasi konten seiring meningkatnya perhatian regulator atas media sosial. Tekanan eksternal yang berlangsung memicu platform untuk berinovasi dengan sistem pengelolaan konten yang lebih baik. Di Indonesia, isu moderasi konten platform digital sudah menjadi perhatian serius bagi pemerintah. 

Pemerintah terus berkomitmen untuk mengawasi distribusi konten di media sosial. Hal ini semakin jelas terlihat berkat adanya berbagai kebijakan baru. Nah, perkembangan teknologi pelacakan konten dari Meta sejalan dengan inovasi keamanan lainnya. 

Sama seperti teknologi yang mampu lacak perangkat dalam keadaan tertentu, sistem deteksi konten juga terus melakukan penyempurnaan. Hal ini bertujuan agar sistem lebih akurat, cepat dan efektif dalam mengawasi aktivitas di ruang digital.

Di sisi lain, fitur Content Protection mengingatkan akan pentingnya sistem keamanan sekaligus pelacakan dalam ekosistem digital. Keberadaan fitur ini sama pentingnya dengan fitur Temukan Perangkat Saya yang membantu melacak perangkat pengguna. Nah, fitur Content Protection memiliki kemampuan serupa untuk melacak konten. 

Baca Juga: Cara Membaca Insight Facebook untuk Konten Kreator Pemula, Jangan Tertipu Mitos Jam Posting! 

Kehadiran fitur lacak pencuri konten Facebook bisa mengurangi repost konten tanpa izin. Seperti yang kita tahu, pengunggahan ulang konten seringkali merugikan bagi para kreator konten orisinil. Nah, keberadaan fitur lacak pencuri konten Facebook bisa jadi cara efektif untuk melindungi karya sekaligus memastikan pengakuan atas konten asli. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |