Resahkan Warga dan Jamaah Masjid, Limbah Dapur SPPG Cimerak Pangandaran Diduga Cemari Sumber Air

15 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Warga Desa Cimerak, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dibuat resah oleh dugaan pencemaran air yang disebut-sebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut. 

Air limbah yang diduga berasal dari aktivitas pencucian peralatan dapur dilaporkan mengalir ke saluran umum hingga masuk ke sumber mata air yang digunakan masyarakat.

Baca Juga: Rukyatul Hilal Penentuan Awal Ramadhan di Pangandaran, Kondisi Cuaca Mendung 

Dapur SPPG Cimerak Pangandaran Hentikan Operasional

Kepala Desa Cimerak, Budiaman membenarkan adanya keluhan warga terkait persoalan tersebut. Ia menyebut, dapur SPPG yang dimaksud telah menghentikan operasionalnya sementara waktu setelah menerima komplain dari masyarakat.

“Sudah sekitar satu minggu dapur itu tutup. Kami menerima laporan bahwa tempat pencucian peralatan berada di pinggir jalan tanpa dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Namun sekarang akan dilengkapi,” kata Budiaman, Kamis 19 Februari 2026.

Menurutnya, air buangan dari aktivitas dapur mengalir ke saluran air yang terhubung ke sebuah goa, yang menjadi salah satu sumber mata air warga. Air tersebut dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk keperluan ibadah di masjid setempat.

Baca Juga: Cerita Haru Pasangan Lansia Desa Masawah Pangandaran, Kerja Serabutan dan Jual Sapu Lidi untuk Bertahan Hidup

“Airnya mengalir sampai ke sumber yang biasa dipakai warga, termasuk untuk wudu di masjid. Warga khawatir karena kualitas air berubah dan diduga tercampur limbah,” ungkap Budiaman.

Sejumlah warga mengaku sempat merasakan perubahan pada kondisi air yang digunakan sehari-hari. Keluhan pun bermunculan, terutama karena air tersebut dipakai untuk mandi, mencuci, hingga berwudu.

Budiaman menyatakan telah berkomunikasi dengan pengelola dapur. Pihak dapur, lanjut Budiaman, merespons keluhan tersebut dan menyatakan siap bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

“Mereka menyampaikan itikad baik dan bersedia mencari solusi. Saat ini operasional dihentikan sementara. Kami berharap ada langkah konkret agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” ucapnya.

Baca Juga: Dari Isu Alami Gizi Buruk ke Fakta Medis: Silvi Berjuang Lawan TBC dan Jalani Pengobatan ke RSUD Pandega Pangandaran

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur SPPG terkait dugaan pencemaran tersebut maupun rencana penanganan jangka panjangnya. (Kiki Masduki/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |