Komplikasi hepatitis B merupakan salah satu gangguan medis serius. Bagaimana tidak, infeksi hepatitis B yang awalnya hanya menyerang organ hati dapat berkembang menjadi kondisi komplikasi kronis. Dalam kasus lebih parah hal tersebut bisa memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang.
Baca Juga: Pantangan Makanan Hepatitis A, Salah Satunya Junk Food
Sayangnya, banyak penderita tidak menyadari bahwa virus yang masuk ke tubuh dapat bertahan selama bertahun-tahun. Bahkan tanpa menimbulkan gejala-gejala berarti di awal masa terjangkit. Sampai akhirnya mengakibatkan kerusakan hati yang lebih berat. Itulah yang membuat hepatitis B kerap disebut “silent disease” karena berkembang diam-diam tanpa penderita sadari.
Memahami Komplikasi Hepatitis B Penyebab dan Dampaknya
Hepatitis B sendiri adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Pada sebagian orang, sistem imun mampu membersihkan virus ini dari tubuh. Namun pada kasus lain, terutama jika infeksi terjadi sejak bayi atau masa kanak-kanak, virus dapat menetap. Biasanya berkembang menjadi hepatitis B kronis.
Di sisi lain, komplikasi menjadi kondisi lanjutan yang muncul akibat peradangan hati berkepanjangan karena infeksi virus hepatitis B. Ketika virus terus berkembang di sel-sel hati, sistem kekebalan tubuh akan berusaha melawannya. Hanya saja, lamanya respons imun menyebabkan kerusakan jaringan hati secara bertahap. Sejumlah dampaknya meliputi:
1. Sirosis
Salah satu komplikasi paling umum adalah sirosis hati. Ini terjadi ketika jaringan parut terbentuk secara luas. Akibatnya struktur serta fungsi hati berubah secara permanen. Penderita sirosis dapat mengalami pembengkakan perut, perdarahan saluran cerna, mudah memar, hingga gangguan kesadaran akibat penumpukan racun dalam darah.
Baca Juga: Manfaat Daun Tapak Liman, Alternatif Obat Penyakit Hepatitis
2. Kanker
Selain sirosis, komplikasi hepatitis B juga dapat berkembang menjadi kanker hati atau karsinoma hepatoseluler. Risiko kanker meningkat pada penderita hepatitis B kronis, bahkan mereka yang belum mengalami sirosis berat. Kondisinya kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Akibatnya banyak kasus terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.
3. Gagal Hati
Komplikasi lain yang dapat terjadi adalah gagal hati. Dalam kondisi ini, hati tidak lagi mampu menjalankan fungsinya, seperti memproduksi protein, menyaring racun, atau membantu proses pembekuan darah. Gagal hati dapat terjadi secara bertahap maupun mendadak. Gejalanya meliputi kulit dan mata menguning, pembengkakan tubuh, bahkan penurunan kesadaran.
4. Komplikasi di Luar Hati
Tidak hanya berdampak pada organ hati, hepatitis B juga dapat menimbulkan komplikasi di luar organ liver. Termasuk gangguan ginjal dan peradangan pembuluh darah. Kondisinya terjadi karena respons imun terhadap virus yang memicu reaksi peradangan pada organ lain. Jika tidak terkontrol, maka dapat memperburuk kondisi kesehatan secara menyeluruh dan meningkatkan risiko kerusakan permanen.
Upaya Guna Penanganan Kasus
Secara umum, penanganan komplikasi hepatitis B bergantung pada tingkat keparahan dan jenisnya. Jika penderita mengalami gejala seperti perut membesar, kulit menguning, muntah darah, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis. Pemeriksaan darah, USG, CT scan dan MRI sangat penting untuk menilai kondisi hati dan mendeteksi komplikasi.
Pada hepatitis B kronis, dokter dapat meresepkan obat antivirus untuk menekan jumlahnya di tubuh. Terapi ini bertujuan memperlambat kerusakan serta menurunkan risiko sirosis maupun kanker hati. Pengobatan biasanya berlangsung jangka panjang dan harus terpantau secara rutin.
Jika sudah terjadi sirosis, penanganan fokus pada pencegahan perburukan dan pengelolaan gejala. Misalnya, pemberian obat diuretik, mereka juga akan menurunkan tekanan pembuluh darah di hati serta melakukan pengawasan rutin. Pada kasus gagal hati berat, transplantasi adalah opsi terakhir untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Baca Juga: Manfaat Daun Harendong Berlimpah, Ampuh Cegah Hepatitis!
Komplikasi hepatitis B bukanlah kondisi yang bisa kita anggap sepele. Infeksi hepatitis B yang awalnya tampak ringan dapat berkembang menjadi komplikasi serius. Dengan kesadaran dini dan penanganan tepat, risiko komplikasi dapat terminimalisir sehingga kualitas hidup penderita hepatitis B tetap terjaga. Pastikan juga merubah gaya hidup melalui menghindari alkohol, menjaga pola makan sehat dan vaksinasi. (R10/HR-Online)

13 hours ago
8

















































